Stafsus Erick Thohir Ingatkan Ahok Jangan Merasa Bagai Direktur Pertamina
Instagram/basukibtp
Nasional

'Sentilan' ini disampaikan Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, usai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Ahok, membongkar 'borok' BUMN seperti banyaknya kontrak yang bermasalah.

WowKeren - Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengingatkan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, untuk tidak merasa menjadi Direktur. "Sentilan" ini disampaikan Arya usai Ahok membongkar "borok" BUMN seperti banyaknya kontrak yang bermasalah.

Menurut Arya, hal-hal yang dikritik oleh Ahok sebelumnya telah lama disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Salah satunya, Erick telah menegaskan bahwa kontrak yang dijalankan oleh BUMN harus menguntungkan kedua belah pihak.

"Harusnya beliau lihat juga bahwa apa yang diomongkan beliau itu udah lama diomongkan Pak Erick Thohir. Mulai dari urusan bahwa jangan sampai project-project itu jadi bancakan korupsi, bahwa BUMN itu adalah perusahaan milik negara," ungkap Arya pada Minggu (28/11). "Kemudian juga kalaupun ada kerjasama dengan BUMN, harus win-win solution. Tidak boleh ada yang dirugikan. Itu semua sudah dibicarakan oleh Pak Erick jauh-jauh hari."

Arya juga menjelaskan bahwa saat ini BUMN telah melakukan perbaikan dan memiliki lima program transformasi. Menurut Arya, Ahok seharusnya mengetahui hal tersebut.


"Makanya kita agak bingung nih mungkin Pak Ahok tidak mengikuti yang ada di BUMN ya. Seperti kasus-kasus misalnya berapa banyak itu direksi yang telah kita laporkan," tuturnya. "Direksi Asabri kita laporkan, direksi Jiwasraya kita laporkan, dan di beberapa BUMN lain kita laporkan tuh semua. Bahkan bisa liat tuh dihukum seumur hidup itu belum ada sejarahnya seperti itu."

Lebih lanjut, Arya menyatakan bahwa Ahok sebagai Komut Pertamina harusnya menjadikan program transformasi tersebut sebagai acuan. Arya kemudian mengingatkan Ahok untuk tidak merasa sebagai Dirut Pertamina.

"Dan itu harusnya diterapkan juga di Pertamina lima transformasi itu, dan beliau kan sebagai Komut harus membicarakan itu juga di sesama komisaris, di dewan komisaris," katanya. "Jangan sampai Pak Ahok ini di Pertamina juga menjadi komisaris merasa direktur gitu. Komut merasa Dirut itu jangan, harus tahu batasan-batasannya."

Sebelumnya, Ahok mengungkapkan bahwa banyak kontrak yang dimiliki BUMN justru menguntungkan pihak lain, termasuk kontrak yang ada di Pertamina. Hal ini diungkapkan Ahok dalam sebuah video di kanal YouTube miliknya.

"Banyak kontrak BUMN yang sangat merugikan BUMN juga, termasuk Pertamina. Jadi itu yang saya marah, ini yang lagi kita koreksi ini. Kenapa kontrak-kontraknya menguntungkan pihak lain. Itu mens rea-nya ada," ujar Ahok dalam video tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts