Peneliti Italia Pertama Kali Ungkap Foto Perbandingan Varian Omicron dan Delta
Dunia
Pandemi Virus Corona

Studi sebelumnya memprediksi varian Omicron memiliki mutasi lebih banyak daripada varian Delta. Kini peneliti Italia pertama kali mengungkap foto perbandingan kedua varian.

WowKeren - Dunia sedang dihebohkan dengan virus Corona varian Omicron (B.1.1.529). Kasus perdana COVID-19 dengan infeksi varian ini baru ditemukan beberapa pekan lalu, namun keberadaan banyaknya mutasi di protein duri (spike protein) memicu kekhawatiran virus jauh lebih mudah menular dan kebal terhadap vaksin.

Yang sejak awal ditekankan peneliti adalah soal banyaknya mutasi yang dijumpai di protein duri virus SARS-CoV-2 jenis ini. Namun sebenarnya, seberapa banyak atau seberapa parah mutasi varian Omicron dibandingkan dengan varian Delta yang sebelumnya mendominasi COVID-19 global?

Untuk pertama kalinya, peneliti Italia mengungkap gambar varian Omicron dibandingkan dengan Delta. Pernyataan para ahli sebelumnya pun terbukti, jumlah mutasi yang bisa dijumpai di struktur virus Corona varian Omicron begitu banyak, jauh melebihi yang ditemui di varian Delta.

Gambar ini diambil dari penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Bambino Gesu di Roma dan dipublikasikan pada Sabtu (27/11). Riset ini dikoordinir oleh Profesor Carlo Frederico Perno dan disupervisi oleh Profesor Claudia Alteri dari Universitas Negeri Milan.


Gambar menunjukkan struktur protein duri di varian Omicron yang disandingkan dengan Delta. Terlihat banyak area yang ditandai lantaran mengalami mutasi dan kebanyakan dijumpai di protein duri yang merupakan bagian krusial dari virus untuk menginfeksi sel inang. Protein ini juga yang biasanya menjadi target vaksin COVID-19.

Peneliti Italia Pertama Kali Ungkap Foto Perbandingan Varian Omicron dan Delta

Twitter

Meski demikian, tingkat penularan dan keparahan gejala yang ditimbulkan belum dikonfirmasi. Hanya saja dunia begitu mengawasi perkembangan varian Omicron karena tingginya mutasi yang ditemui di protein durinya.

Riset sebelumnya memperkirakan varian Omicron memiliki 32 mutasi di protein durinya. Sedangkan varian Delta hanya mempunyai 13 hingga 17 mutasi. Ditambahkan oleh hasil studi Italia, mutasi tersebut terkonsentrasi di area yang berinteraksi dengan sel manusia.

"(Namun) ini tidak berarti varian Omicron lebih berbahaya. (Mutasinya) murni karena virus sudah beradaptasi lebih jauh dengan spesies manusia dengan membentuk varian baru," tutur peneliti Italia, dikutip dari South China Morning Post , Senin (29/11). "Studi lebih jauh diperlukan untuk menunjukkan apakah adaptasi ini netral, kurang berbahaya, atau lebih berbahaya."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts