Bos Moderna Ungkap Vaksin COVID-19 Tak Efektif Hadapi Omicron, Ekonomi Global 'Tumbang'
Dunia
Pandemi Virus Corona

CEO Moderna Stéphane Bancel menilai vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini tidak cukup efektif untuk melawan varian Omicron. Pernyataan Bancel seketika mengguncang pasar dunia.

WowKeren - Temuan COVID-19 varian Omicron (B.1.1.529) bukan hanya mempengaruhi aspek kesehatan. Sektor ekonomi dan pasar dunia juga ikut diguncang oleh varian ini, bahkan "hancur" pada Selasa (30/11).

Pasalnya CEO Moderna, Stéphane Bancel, membuka fakta soal efektivitas vaksin COVID-19 terhadap varian Omicron. Pasalnya Bancel menilai vaksin COVID-19 yang ada saat ini kemungkinan tidak seefektif ketika berhadapan dengan varian Delta yang mendominasi sebelumnya.

"Saya pikir rasanya tidak mungkin efektivitas (vaksin COVID-19) akan di tingkat yang sama seperti kita melawan Delta sebelumnya," jelas Bancel kepada Financial Times. "Saya pikir akan terjadi penurunan kualitas. Tapi saya tidak tahu seberapa banyak yang kita perlukan karena kita masih menunggu data. Namun dari semua peneliti yang saya ajak bicara, mereka selalu bilang 'tampaknya ini tidak akan berjalan baik'."

Pernyataan ini nyatanya begitu berdaya. Tak lama setelah Financial Times merilis pernyataan Bancel, harga minyak dunia langsung melonjak lebih dari USD1, begitu pula dengan mata uang Dollar Australia (AUD) yang langsung terjun ke titik terendah dalam setahun.


Semua menunjukkan kekhawatiran varian Omicron, yang resisten terhadap vaksin, akan memicu kenaikan keparahan gejala dan tingkat keterisian rumah sakit. Tentu saja situasi ini akan membuat pandemi COVID-19 berlangsung lebih panjang meski sudah 2 tahun "menemani" Bumi.

Kehadiran COVID-19 varian Omicron memang membuat pasar global menjadi tidak stabil. Akhir pekan lalu, nilai saham global anjlok sekitar USD2 triliun setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan COVID-19 B.1.1.529 sebagai varian yang mengkhawatirkan (Variant of Concern / VoC).

Namun pasar global kembali pulih awal pekan ini karena investor masih ingin memantau karakteristik COVID-19 Omicron. Hanya saja pernyataan dari Bancel soal inefektivitas vaksin memicu kembali bergejolaknya pasar global.

Di sisi lain, kehadiran varian Omicron ini menjadi "sumber amarah" Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB / UN) Antonio Guterres yang menyinggung soal ketidaksetaraan vaksin. "Warga Afrika tidak bisa disalahkan karena tingkat vaksinasi COVID-19 di sana yang begitu rendah dan mereka juga tidak seharusnya dihukum karena mengidentifikasi dan membagikan informasi krusial soal kesehatan ini kepada dunia," tegas Guterres.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts