Studi Afsel Duga Varian Omicron Bisa 'Salip' Delta, WHO Sigap Larang Lansia Bepergian ke Luar Negeri
AFP/Khaled Desouki
Dunia

Peneliti Afrika Selatan memperkirakan COVID-19 varian Omicron bisa melampaui Delta, mulai dari kemampuan penularannya hingga potensi keparahan yang ditimbulkan.

WowKeren - COVID-19 varian Omicron tengah menjadi sorotan dunia dengan tingginya mutasi yang ditemukan di spike protein-nya. Bahkan peneliti Afrika Selatan menyebut varian ini mampu menggantikan varian Delta dari segi seberapa besarnya dampak penularan yang ditimbulkan.

"Kami selalu bertanya-tanya, apa yang bisa melampaui Delta? Ini selalu menjadi pertanyaan, setidaknya dari segi kemampuan penularannya," jelas Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Institut Penyakit Menular Afrika Selatan (NICD), Adrian Puren, kepada Reuters. "Tampaknya varian inilah jawabannya."

Penjelasan ini seolah bisa memberi kesimpulan soal seberapa besar dampak yang bisa timbul akibat varian Omicron. Karena itulah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan instruksi untuk orang-orang lanjut usia, tepatnya di atas 60 tahun, untuk tidak melakukan perjalanan internasional.

Pada Selasa (30/11) waktu setempat, WHO menegaskan bahwa masih banyak yang harus diobservasi dan diteliti dari varian Omicron. Namun beberapa dampak yang diamati saat ini menunjukkan bahwa varian Omicron memang sangat mengkhawatirkan.


Karena itulah, orang-orang dengan tingkat imunitas atau kekebalan tubuh rendah disarankan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Begitu pula dengan mereka yang memiliki komorbid seperti penyakit jantung, kanker, atau diabetes. Mereka yang juga tidak dalam kondisi tubuh yang fit serta belum divaksin juga sebaiknya menunda perjalanan.

Bukan hanya peneliti dunia, para ahli kesehatan di Afsel yang notabene pertama kali mengumumkan temuan varian Omicron juga menekankan masih terus mengobservasi varian B.1.1.529 ini. Menurut Adrian Puren, pihaknya memiliki waktu sekitar 4 pekan untuk mengetahui apakah varian Omicron bisa menghindari antibodi, baik yang dihasilkan dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Penelitian juag masih diperlukan untuk mengetahui apakah varian Omicron memicu gejala yang lebih parah atau tidak. Meski demikian, dokter di Afsel menyebut bahwa pasien COVID-19 Omicron menunjukkan gejala yang ringan seperti batuk kering, demam, dan berkeringat saat malam hari.

Puren menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Omicron akan menggantikan Delta sebagai varian COVID-19 yang paling diantisipasi. Hanya saja fakta bahwa varian ini terus menginfeksi lebih banyak orang terutama di Provinsi Gauteng memicu kekhawatiran bahwa "tahta" varian Delta akan direbut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait