HITSfluencer: Heri Sanjaya, Pesulap TikTok yang FYP Berkat Trik Ajaib!
/Dokumentasi Heri
Selebriti
HITSfluencer

Heri Sanjaya sukses membuat seni sulap kembali dikenal berkat kontennya yang selalu FYP. Simak kisah lengkap perjuangan Heri bertahan dengan konten yang anti-mainstream berikut ini.

WowKeren - Seni sulap memang bukan hal baru. Namun, berkembangnya teknologi saat ini membuat sulap makin jarang dibicarakan. Keadaan pandemi membuat seni sulap makin sulit tampil. Pasalnya, untuk bisa diapresiasi, seni sulap butuh pertunjukan dalam jangkauan besar.

Namun, hal ini bukan menjadi halangan bagi Heri Sanjaya. Lewat akun TikTok-nya, _ighs_, ia berhasil membuat seni sulap mampu bersaing dengan konten-konten kekinian lainnya. Bahkan saat ini, Heri sudah mengumpulkan 1,2 juta pengikut dengan 19,8 juta likes. Ia sukses membuktikan bahwa sulap mampu bertahan di era kekinian saat ini.


Salah satu konten pertunjukan sulap Heri yang paling populer dan FYP adalah saat ia menyulap botol air terbalik menjadi tidak tumpah. Unggahan itu menjadi kontennya yang paling banyak ditonton dengan 28 juta kali penayangan. Tidak hanya menampilkan sulap, Heri juga kerap kali membongkar trik atau tutorial melakukan sulap.

Konten tutorial sulap Heri yang FYP adalah saat ia membongkar rahasia karet gelang. Dalam video itu, ia membagikan trik ajaib bagaimana satu karet gelang terlihat seperti dua buah. Unggahan ini sudah mencuri perhatian dengan lebih dari 11 juta kali penayangan.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Heri bercerita mengenai jatuh bangunnya sebagai konten kreator sulap. Seperti apa kisahnya? Simak cerita selengkapnya berikut ini!

(wk/yoan)

1. Kecanduan Seni Sulap Berkat Acara The Master


Kecanduan Seni Sulap Berkat Acara The Master
TikTok/_ighs_

Heri mulai mengenal seni sulap sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, acara pencarian bakat seni sulap sangat populer di Indonesia. Hal itulah yang pertama kali membuat Heri tertarik untuk menekuni seni sulap.

"Tertarik sebenarnya gara-gara (acara) The Master dulu jadi hits. Sebelum itu, ada (acara) dipandu sama Deddy Corbuzier juga, namanya After School,” ungkap Heri. “Bukan sulap, (After School) menayangkan sains yang dikemas seperti sulap. Mungkin dari situ pertama kalinya."

Tidak punya mentor khusus yang mengajari sulap, Heri akhirnya berinisiatif mencari tahu sendiri. Ia pergi ke warnet setiap hari untuk mencari dan mencetak artikel tentang sulap. Selanjutnya, ia pun mempelajari dan mempraktikkan sendiri. Sejak saat itu, ia pun kecanduan dan terus mempelajari seni sulap sebagai hobi.

2. Sebelum TikTok, Sempat Jajal Instagram Hingga Facebook


Sebelum TikTok, Sempat Jajal Instagram Hingga Facebook
TikTok/_ighs_

Dari awal, Heri sudah menyadari jika sulap adalah performing art yang harus ditonton orang. Namun karena mobilitas terbatas akibat pandemi, ia pun mengunggah video-video sulapnya di Facebook dan Instagram. Namun, unggahan Heri tidak banyak mendapat perhatian karena hanya dilihat oleh pengikut saja.

Setelah itu, Heri pun mulai mulai mencoba peruntungan di TikTok. Awalnya, ia mengaku kesulitan karena terbatas durasi. Namun, algoritma TikTok memungkinkan video Heri dijangkau lebih banyak orang. Beberapa videonya yang FYP bahkan mencapai lebih dari 20 juta penayangan. Sejak saat itu, ia memilih untuk lebih serius membuat konten sulap di TikTok.

"(Di Instagram dan Facebook) biasanya landscape, sekarang (di TikTok) jadi portrait. (Durasi) terbatas, cuma 15 detik. (Akhirnya) harus mikir gimana caranya biar sulapnya pas," lanjut Heri. "Soalnya di internet itu tutorial kan sudah banyak, (jadi) gimana caranya bikin penonton suka nonton sampai akhir. Harus kreatif."

3. Tidak Semua Trik Sulap Bisa Dibongkar


Tidak Semua Trik Sulap Bisa Dibongkar
TikTok/_ighs_

Dibanding dengan konten sulap, Heri mengakui jika netizen lebih menyukai video tutorialnya. Dalam tutorial tersebut, biasanya ia menunjukkan dan membongkar trik-trik yang dilakukan. Namun, daripada disebut membongkar, Heri lebih nyaman menyebutnya sharing trik sulap. Sebab, tidak semua trik sulap bisa ditunjukkan sembarangan. Selain karena etika, trik sulap ternyata punya hak cipta.

"(Sekarang) saya berusaha biar sulapnya yang lebih ditonton dibanding tutorialnya. Itu masih lumayan sulit,” beber Heri. “Ini resiko kalau mengajarkan sulap di TikTok atau platform manapun. (Akhirnya) mikir mau memberi tutorial (atau enggak). (Tapi) kalau enggak memberi tutorial, traffic-nya turun."

Sejauh ini, trik ajaib yang ditunjukkan Heri adalah trik-trik yang paling umum. Meski dirasa triknya umum, namun trik inilah yang paling banyak mendapatkan respon netizen. Bahkan, ia juga mengaku sering membawakan trik-trik jaman dulu (jadul). Namun, ia berhasil membawakan trik jadul dengan cara yang kekinian dan menghibur.

4. Ciptakan Trik Sulap Dengan Gabungan Metode


Ciptakan Trik Sulap Dengan Gabungan Metode
TikTok/_ighs_

Terbatasnya trik sulap yang bisa ditunjukkan di media sosial membuat Heri harus memikirkan mendalam mengenai konsep sulapnya. Tidak jarang, ia bahkan menciptakan trik-trik sendiri. Trik ini diciptakan dengan penggabungan dari beberapa metode.

"(Trik sulap di TikTok) kebanyakan mikir sendiri. Bisa dibilang menggabungkan metode, digabungin jadi satu," jelas Heri. "Ada beberapa (trik sulap) yang memang buatan orang lain, cuma di media sosial boleh (ditampilkan)."

Walaupun sudah menggabungkan metode, Heri masih sering mengalami kehabisan ide untuk konten. Jika hal ini terjadi, ia pun mencari inspirasi dengan menonton konten magic edit video. Di video ini, penonton disuguhkan dengan kemasan konsep magic yang dihasilkan dari editan yang mulus. Konten ini menginspirasi Heri untuk membuat video versi sulap aslinya.

"Salah satu video vincedi.gg itu jadi inspirasi saya. Dia editan, tapi saya (pakai) sulap. Karena editan yang seperti itu, style-nya sulap, bisa ditiru tapi versi saya sendiri. Itu yang biasanya jadi inspirasi kalau lagi kehabisan ide," lanjut Heri.

5. Tidak Mudah Survive Dengan Konten Anti-mainstream


Tidak Mudah <i>Survive</i> Dengan Konten Anti-<i>mainstream</i>
TikTok/_ighs_

Meraih kesuksesan seperti sekarang tentunya bukan hal yang mudah bagi Heri. Ia pernah bertubi-tubi mendapatkan komentar negatif dari netizen. Saat itu, ia sampai tidak pernah berani membuka kolom komentar selama beberapa waktu.

"Kalau komennya (negatif), dibaca bikin sakit hati. Jadi, gimana caranya kita terbiasa dengan itu. Itu yang jadi challenge banget. Sempat enggak berani buka komentar selama beberapa hari. (Jadi setelah) bikin konten, tinggal," ujar Heri.

Meski sulit menerima keadaan itu, ia masih tetap semangat untuk membuat konten selanjutnya. Pasalnya, mengalihkan perasaan sakit hati dengan membuat konten baru adalah jalan keluar terbaik bagi Heri. Tekad dan semangat inilah yang membuat ia mampu bertahan dengan konten anti-mainstream sampai sekarang.

"Yang bikin konten sulap masih jarang banget kalau di TikTok. Jadi, itu yang mungkin bikin orang berpikir, 'oh, ini orang kok beda'. Itu yang bikin jadi unik di TikTok,” papar Heri. “Bahkan, ada salah satu agensi bilang, 'kamu bisa survive juga ya dengan konten yang jarang'. Sampai sekarang, (saya) sudah punya satu juta followers."

6. Tips Membuat Konten Yang Disukai Netizen


Tips Membuat Konten Yang Disukai Netizen
TikTok/_ighs_

Heri berbagi formula rahasia untuk membuat konten yang disukai netizen. Formula ini terbukti berhasil ia terapkan di seluruh kontennya. Di detik awal video, tunjukkan sesuatu yang “aneh” untuk memancing penonton, kemudian dilanjutkan dengan isi konten. Heri berpesan untuk lebih hati-hati dengan isi konten. Selanjutnya, bisa diakhiri dengan call to action.

"Beberapa detik pertama buat memancing penonton. Jadi, yang aneh dulu di depan. Baru isi (konten) di tengah-tengah. Di akhir, diakhiri dengan call to action seperti 'jangan lupa follow, like'. Itu saja formulanya," saran Heri. "Cuma masalahnya, isi kontennya apa? Kembali ke pribadi masing-masing. Konten apa yang akan di-present ke penonton."

Selain menerapkan formula untuk video, Heri juga menggunakan statement “part 2” untuk membantu menaikkan engagement. Cara ini merupakan strategi agar para pengikut menonton konten-konten selanjutnya.

7. Sulap Adalah Bagian Dari Seni Pertunjukan


Sulap Adalah Bagian Dari Seni Pertunjukan
TikTok/_ighs_

Bagi beberapa orang, sulap masih dianggap sebagai hal yang berhubungan dengan mistis. Padahal, sama seperti film, sulap adalah bagian dari seni pertunjukan yang menghibur.

"Sulap itu seni, sama seperti film (yang) enggak nyata. Di sulap, kita gabungin teater, akting, sains, psikologi, social interaction, juga public speaking," jelas Heri. "Ketika kalian lihat, tonton, dan menikmati sulap, itu jadi hiburan. (Tapi) ketika kalian mikir rahasianya gimana, itu (sudah) enggak jadi hiburan lagi. Padahal, sulap itu ya hiburan."

You can share this post!