Erupsi Semeru Tewaskan 22 Warga, Ibu-Anak Ditemukan Meninggal Berpelukan Jadi Sorotan
AP Photo/Hendra Permana
Nasional
Erupsi Semeru

Hingga Senin (8/12), BNPB telah mencatat 22 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru. Proses evakuasi terhadap para warga di sekitar lokasi terdampak terus dilakukan.

WowKeren - Gunung Semeru di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) sore. Nahas, aktivitas gunung berapi ini menyebabkan 22 warga meninggal dunia, demikian yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (6/12).

"Berdasarkan data terkini pada Senin (6/12), pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara antara lain luka-luka 56, hilang 22 dan meninggal dunia 22. Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi 2.004," tutur BNPB, dikutip dari laman resminya pada Selasa (7/12). "Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendataan dan validasi."

Korban jiwa yang ditimbulkan dari peristiwa ini begitu besar. Namun ada satu kisah yang sangat mengharukan dan menjadi sorotan publik luas.

Ini mengenai kisah Salamah (70) dan putrinya, Rumini (28), yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan usai Desa Curah Kobokan tempat mereka tinggal disapu erupsi Gunung Semeru. Keduanya menjadi korban reruntuhan bangunan yang roboh.

Hal ini seperti disampaikan Legiman, adik ipar Salamah yang bersama warga lain berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri saat Gunung Semeru meletus. Namun Salamah diduga tidak sanggup berjalan karena faktor usia dan sang putri, Rumini, tidak tega meninggalkan ibunya seorang diri. Alhasil Rumini pun tinggal dan berakhir ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan bersama ibundanya.


"Tadi pagi kan saya cari adik ipar sama ponakanku. Pas bongkar rontokan tembok dapur, terus tangannya kelihatan dan langsung kami bersihkan dan dibawa ke rumah untuk dimakamkan," ujar Legiman, dikutip dari Tribunnews.

Sementara itu, suami dan anak Salamah ditemukan selamat. Meski mereka juga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang turut disapu erupsi Gunung Semeru.

Di sisi lain, BNPB melaporkan sudah ada 985 orang yang diterjunkan dalam operasi penanganan darurat pasca erupsi Gunung Semeru. Para personel fokus melakukan berbagai penanganan darurat seperti pencarian, evakuasi, serta melayani kebutuhan dasar warga terdampak.

Namun upaya evakuasi cukup dipengaruhi oleh kondisi cuaca di sekitar lokasi. Seperti disampaikan Basarnas selaku koordinator pencarian dan pertolongan, yang menyebut pada Senin (6/12) pukul 08.55 WIB, kembali terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur 4 kilometer menuju daerah Besuk Kobokan.

"Mudah-mudahan besok cuaca cukup baik dan bersahabat," kata Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI Wurjanto. "Sehingga kita akan lebih mudah untuk menjangkau daerah-daerah yang perlu kita sisir."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts