KSP Moeldoko Sebut Pembatasan Tetap Diterapkan Meski PPKM Level 3 Saat Nataru Dibatalkan
Instagram/kantorstafpresidenri
Nasional
PPKM Darurat

Pemerintah telah membatalkan PPKM Level 3 Nusantara saat libur Nataru. Meski demikian, bukan berarti masyarakat bisa bebas bepergian, apalagi sampai abai protokol kesehatan.

WowKeren - Sebelumnya, pemerintah memutuskan bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 seluruh Indonesia saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dibatalkan. Meski demikian, tetap ada sejumlah aturan yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa meski PPKM Level 3 secara nasional saat Nataru dibatalkan, sejumlah pembatasan masih akan diterapkan. Ia menerangkan bahwa masyarakat tetap harus memenuhi persyaratan untuk bepergian, salah satunya adalah dengan melakukan tes PCR maupun antigen.

"Banyak pembatasan-pembatasan," tutur Moeldoko saat berkunjung ke Solo, Selasa (7/12). "Perkumpulan hanya 50 orang, tidak boleh ada hiburan yang ada penontonnya, tidak ada olah raga yang ada penontonnya."

Lebih lanjut, Moeldoko menyebut bahwa Presiden Joko Widodo ingin memberikan kelonggaran kepada masyarakat, tetapi dengan penekanan pada penegakan protokol kesehatan (prokes). Menjelang Natal, ia menuturkan telah melakukan pengecekan di sejumlah gereja dan mendapati prokes sudah dilakukan dengan baik.


Selain itu, menurut Moeldoko, semua kegiatan baik rapat koordinasi dan workshop yang dilakukan oleh instansi pemerintahan ke luar kota juga tetap diperbolehkan. "Enggak ada masalah sepanjang prokes itu harus menjadi ukuran untuk dilaksanakan," ungkap Moeldoko.

Mengenai lokasi wisata, kata Moeldoko, pengunjung diizinkan untuk berlibur, tetapi diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memonitor apakah wisatawan tersebut sudah melakukan vaksinasi COVID-19 atau belum. Sehingga kalau ketahuan belum melakukan vaksinasi, maka wisatawan itu tidak diizinkan masuk ke lokasi wisata.

"Semuanya sudah tertata dengan baik, dikawal oleh para petugas di lapangan," papar Moeldoko. "Harapannya nanti semua berjalan bagus dan tidak menimbulkan episentrum baru."

Moeldoko mengungkapkan alasan pemerintah memutuskan untuk membatalkan PPKM Level 3 Nusantara saat Nataru adalah melalui pertimbangan tingkat penularan COVUID-19 di Indonesia sangat rendah, hanya berada di angka 0,97. Kemudian, tingkat angka kematian akibat COVID-19 pun juga sudah sangat rendah.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts