Gunung Semeru Alami Erupsi Dahsyat, Warga Akui Tak Terima Peringatan
bnpb.go.id
Nasional
Erupsi Semeru

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) pekan lalu. Warga yang selamat mengaku tidak menerima peringatan jelang erupsi terjadi.

WowKeren - Sudah sepekan berlalu sejak Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi. Hari Sabtu, 4 Desember 2021 sore lalu mengubah Indonesia menjadi "suram" karena Gunung Semeru yang tiba-tiba memuntahkan muatannya.

Istilah "tiba-tiba" ini pun sesuai dengan yang disampaikan para warga terdampak di sekitar Gunung Semeru. Seperti Ahmad Samiludin (48), salah seorang warga Desa Sumberwuluh, yang mengaku tidak menerima peringatan apapun saat kejadian.

"Nggak ada peringatan, nggak ada sama sekali. Tiba-tiba gelap gulita, lampu penerangan enggak menolong," tutur Ahmad kepada CNN Indonesia, dikutip pada Sabtu (11/12).

Bahkan ketika awan panas mulai berguguran, Ahmad mengira itu adalah asap kebakaran. Baru saat hujan debu vulkanik terjadi, suasana kampung jadi gelap gulita dan semua bergegas mengevakuasi diri khawatir menjadi korban erupsi.

Hal senada juga disampaikan Mar'i (35), seorang warga Desa Sumberwuluh yang mengaku masih sempat bekerja sebagai tukang bangunan di dekat Kampung Renteng jelang erupsi terjadi. Saat awan panas menjulang, Mar'i segera menjemput ibunya di rumah dan mereka melarikan diri ke Candipuro yang dinilai lebih aman.

"Nggak ada peringatan apa-apa. Kejadian cepat sekali, warga sudah ramai di jalan teriak 'Allahuakbar, Allahuakbar'," kata Mar'i.


Nyaminten (65), warga di Dusun Curah Kobokan, juga menyampaikan hal serupa dengan cerita di atas. "Ada tetangga teriak-teriak, saya keluar, (sudah) ada asap gulung-gulung dan ada api, terus hujan batu. Nggak ada (peringatan)," ujar Nyaminten.

Sedangkan Kasan, penduduk Desa Kajar Kuning, mengaku hanya bisa pasrah saat awan panas Gunung Semeru mulai menjulang. "Saya lagi cari rumput buat pakan ternak, terus ada awan warna hitam. Saya cuma bisa diam, saya pasrah sudah," terang Kasan.

Kendati demikian, pengakuan warga yang tidak menerima peringatan ini dimentahkan oleh Ali Ridoi (30), salah seorang Perangkat Desa Sumberwuluh. "Ada peringatan, kami punya grup. Sekitar lima hari ada informasi dari petugas PVMBG bahwa ada peningkatan aktivitas Semeru," jelasnya.

Hanya saja, Ali tidak bisa menjawab jelas apakah peringatan itu sudah disampaikan ke semua penduduk atau tidak. "Biasanya kami sampaikan ke orang-orang yang nambang pasir," ucapnya.

Sementara Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan bahwa pihaknya telah memberi peringatan berkala kepada warga sekitar Semeru. "Apakah ada peringatan? Ada, bahkan setiap hari, karena gunung ini aktif sekali," katanya.

"Sekarang berapa kekuatan, besok ada kejadian guguran awan panas, masyarakat juga lihat," imbuh Thoriqul. Namun peringatan dini ini, menurut Thoriqul, hanya dilakukan dengan amatan visual dan informasi dari pusat vulkanologi, sedangkan ia tidak tahu apakah ada alat atau apapun untuk menunjang sistem peringatan.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts