Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Kini 46 Orang, Masa Tanggap Darurat Ditambah Jadi 14 Hari
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Erupsi Semeru

Sudah sepekan lamanya sejak bencana alam erupsi Gunung Semeru melanda. BNPB pun mencatat korban meninggal terus bertambah yang hingga sampai saat ini, menjadi 46 orang.

WowKeren - Hingga saat ini, pencarian korban erupsi Gunung Semeru masih terus dilakukan oleh petugas. Sudah sepekan berlalu sejak terjadinya bencana alam erupsi pada 4 Desember 2021.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban erupsi Gunung Semeru. Berdasarkan dari data terakhir per Sabtu (11/12), pukul 18.00 WIB, menunjukkan sebanyak 46 orang dinyatakan meninggal akibat erupsi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari menerangkan jumlah rincian korban erupsi Gunung Semeru. Selain jumlah korban meninggal, korban hilang kini menjadi 9 orang, korban luka berat 18 orang, luka ringan 11 orang. Kemudian untuk korban yang mengungsi ada sebanyak 9.118 orang, terdiri dari 4.435 laki-laki dan 4.683 perempuan.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menuturkan bahwa pihaknya memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru menjadi 14 hari. Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (13/12).


Suharyanto menerangkan masa tanggap darurat bencana sendiri merupakan periode penanganan bencana yang meliputi penyelamatan, evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, serta pemulihan prasaran dan sarana. Kemudian, ia mengungkapkan rata-rata korban luka mengalami luka bakara yang disebabkan oleh terkena guguran lahar.

Lebih lanjut, Suharyanto menuturkan bahwa hingga saat ini, BNPB mencatat 9.734 warga yang masih mengungsi di 123 titik. Adapun titik pengungsian di antaranya adalah di wilayah Kabupaten Lumajang, Malang, Probolinggo, Blitar, dan Jember.

Selain itu, Suharyanto juga memaparkan bahwa posko mengidentifikasi pos-pos pengungsian terpusat dengan jumlah penyintas besar yang berada di tiga Kecamatan yakni Candirpuro, Pasirian, dan Pronojiwo. Di Kecamatan Candipuro, ada 8 titik dengan jumlah pengungsi 3.538 jiwa, Pasirian ada 6 titik dengan 2.081 jiwa, serta Pronojiwo di 4 titik dengan jumlah pengungsi 1.056 jiwa.

Sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Andiani menuturkan bahwa masih ada potensi bahaya di Gunung Semeru yakni berupa aliran lahar di masa musim hujan. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk tidak beraktifitas dalam radius 1 km dari kawah atau Gunung Semeru, serta jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts