Diperkirakan jumlah korban akan terus meningkat mengingat korban meninggal yang berada di dalam rumah masih belum dihitung ketika ledakan itu menghanguskan 20 rumah di sekitarnya.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 14 Desember 2021 - 21:14 WIB
WowKeren - Sebuah mobil tangki yang mengangkut bensin meledak di Haiti utara pada Senin (13/12) malam. Kejadian ini telah dikonfirmasi oleh pejabat setempat pada Selasa (14/12), yang mengatakan bahwa insiden itu telah menewaskan puluhan orang.
Perdana Menteri Ariel Henry menjelaskan bahwa insiden nahas itu terjadi di Kota Cap-Haitien. Ia mengaku sangat terpukul atas tragedi itu. Untuk mengenang para korban, ia menginstruksikan hari berkabung nasional selama tiga hari ke depan.
"Tiga hari berkabung nasional akan ditetapkan di seluruh wilayah," ujarnya melalui sebuah cuitan di Twitter. "Untuk mengenang para korban tragedi ini yang membuat seluruh bangsa Haiti berduka."
Untuk membantu mereka yang terdampak ledakan, Henry mengatakan pemerintah telah membangun rumah sakit lapangan. Melansir Associated Press, puluhan jenazah tergeletak di jalan beberapa jam setelah ledakan terjadi, yang memicu kerumunan orang di sekitarnya.
Wakil walikota Cap-Haitien Patrick Almonor mengonfirmasi jumlah korban. Kepada Associated Press, ia mengatakan bahwa tragedi itu telah menewaskan 53 orang dan menyebabkan lebih dari 100 orang luka-luka. Tak hanya itu, ledakan yang menyebabkan kebakaran juga melalap 20 rumah yang ada di dekat lokasi tersebut.
Ia memperkirakan jumlah korban masih bisa meningkat mengingat korban meninggal yang berada di dalam rumah masih belum dihitung. "Apa yang terjadi sungguh mengerikan. Kami kehilangan begitu banyak nyawa," paparnya.
Dr. Calhil Turenne mengatakan kepada surat kabar Le Nouveliste bahwa rumah sakit setempat cukup kewalahan. Almonor mengatakan rumah sakit sangat membutuhkan lebih banyak perawat, dokter, dan persediaan medis dasar untuk membantu mereka yang terluka.
Seorang saksi mata, Dave Larose yang merupakan insinyur sipil di Cap-Haitien, mengatakan kepada Associated Press bahwa dia sedang mengemudi ketika melihat ambulans dan kerumunan orang berkumpul di sepanjang jalan sekitar pukul 1 pagi. Ia menuturkan orang-orang menggunakan ember untuk mengambil bensin dari truk dan jalan dan dibawa ke rumah mereka.
(wk/zodi)