Sebagai informasi, banyak negara yang belakangan ini dilanda cuaca ekstrem, salah satunya Irak. Baru-baru ini, Irak dilanda hujan dengan intensitas tinggi.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 17 Desember 2021 - 18:56 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Erbil yang merupakan Ibu Kota wilayah semi otonom Kurdi di Irak Utara diketahui diguyur hujan deras. Bahkan hujan deras ini disebut menyebabkan banjir bandang.
Sementara itu, para pejabat menyebut akiban dari banjir bandang itu menyebabkan setidaknya 8 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Gubernur Provinsi Omid Khoshnaw mengatakan bahwa pada Jumat (17/12), perempuan dan anak-anak, termasuk di antara mereka yang tewas setelah semalaman berat menyapu sejumlah daerah pemukiman.
Melansir Al Jazeera, outlet berita lokal Rudaw mengatakan bahwa Khoshnaw menyebut tujuh orang tewas akibat banjir, dan satu lagi meninggal akibat tersambar petir. "Banjir juga menyebabkan kerugian material yang besar," tutur Khoshnaw dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, kata Khoshnaw, beberapa orang lainnya dilaporkan terluka, sedangkan jumlah korban jiwa dan tingkat kerusakan masih dalam pendataan. Di sisi lain, Juru Bicara pertahanan sipil, Sarkawt Karach mengatakan bahwa banyak orang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri.
"Pencarian sedang berlangsung untuk mencari orang hilang," tutur Karach sembari menekankan bahwa jumlah korban tewas masih bisa meningkat.
Sedangkan di Erbil, laporan mengatakan aliran air berlumpur sendiri mengalir ke jalan. Selain itu, bus, truk, dan tanker hanyut oleh air badai, dengan beberapa terguling ke sisi mereka.
Lebih lanjut, Khoshnaw meminta kepada warga untuk tinggal di rumah, kecuali diperlukan, kemudian memperingatkan bahwa hujan akan terus berlanjut, dan diperkirakan memicu banjir kembali. Sejauh ini, Irak diketahui telah dilanda serangkaian peristiwa cuaca ekstrem.
Mulai dari mengalami suhu terik hingga menyebabkan kekeringan berulang dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi juga mengalami banjir bandang yang diperparah ketika hujan deras datang di tengah siang hari.
Kemudian tanah yang keras, ditambah dengan hilangnya vegetasi, menandakan bumi tidak menyerap air dengan cepat, dan ketika badai melanda, mereka bisa menjadi banjir bandang.
Masih melansir Al Jazeera, para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim bisa memperkuat perubahan iklim serta memperkuat cuaca ekstrem, termasuk kekeringan serta potensi peningkatan intensitas badai hujan.
Selain itu, para ahli juga telah memperingatkan bahwa rekor curah hujan yang rendah, kemudian perubahan iklim, mengancam bencana sosial dan ekonomi di Irak yang juga dilanda perang.
(wk/tiar)