PVMBG: Aktivitas Awan Panas Semeru Masih Berpotensi Terjadi, Status Tanggap Darurat Diperpanjang
Nasional
Erupsi Semeru

Sebelumnya, status Gunung Semeru ditingkatkan pada level III atau siaga. Dengan begitu, masa tanggap bencana pun diperpanjang, kemudian juga masih berpotensi menyemburkan awan panas.

WowKeren - Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan status Siaga alias Level III terhadap Gunung Semeru pasca erupsi. Penetapan ini disampaikan pada Kamis (16/12) malam.

Kini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan bahwa aktivitas awan panas di Semeru masih berpotensi terjadi. Hal ini dikarenakan adanya endapan aliran lava atau lidah lava dengan panjang aliran lebih kurang 2 km dari pusat erupsi.

Kepala PVMBG Andiani menuturkan bahwa aliran lava tersebut belum stabil, sehingga dapat berpotensi terjadinya longsor dan awan panas guguran. "Terutama di bagian ujung alirannya, sehingga bisa mengakibatkan awan panas guguran," tutur Andiani dalam konferensi pers, Jumat (17/12).

Lebih lanjut, Andiani menuturkan juga masih ada tingginya potensi aliran lahar yang disebabkan oleh curah hujan tinggi di Gunung Semeru. Mengingat curah hujan yang masih tinggi di Gunung Semeru, didukung data dari BMKG diperkirakan musim hujan masih akan berlangsung selama 3 bulan ke depan," ungkap Andiani.


Sementara itu, status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru kini juga ditambah selama 7 hari, terhitung sejak 18 Desember 2021. Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran gunung Semeru, Kolonel Inf Irwan Subekti menuturkan bahwa masa tanggap darurat ini akan diperpanjang hingga 24 Desember mendatang.

Adapun alasan diperpanjangnya masa tanggap darurat itu, kata Irwan, lantaran adanya peningkatan status Gunung Semeru menjadi level III. Ia lantas menerangkan bahwa dalam masa tanggap darurat ini, akan fokus dalam penanganan bencana meliputi penyelamatan, evakuasi korban, penyediaan tempat aman, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan sarana dan prasarana.

Dalam perpanjangan masa tanggap darurat bencana kali ini, Irwan menuturkan bahwa pihaknya akan fokus meningkatkan pelayanan pengungsi, pemulihan aliran lahar, dan awan panas guguran, serta persiapanm relokasi pengungsi. Mengenai lokasi relokasi, pihaknya masih melakukan pendekatan dengan Perum Perhutani.

"Kami secara terus menerus melakukan pendekatan pada Perhutani dan masyarakat sehingga nantinya tidak jadi masalah kita melakukan pekerjaan pembangunan untuk relokasi," tutur Irwan dalam keterangan pers virtual, Jumat (17/12).

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait