Gunung Semeru Naik Status Jadi Siaga Imbas Peningkatan Aktivitas Vulkanik
Pixabay/Maik
Nasional
Erupsi Semeru

Adanya perubahan aktivitas vulkanik membuat Kementerian ESDM menaikkan status Gunung Semeru dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III) mulai Kamis (16/12) malam.

WowKeren - Gunung Semeru mengalami erupsi besar pada Sabtu (4/12) lalu, menyebabkan ribuan warga mengungsi. Bahkan hingga pekan ini, Gunung Semeru masih mengalami erupsi yang harus diwaspadai masyarakat sekitarnya.

Aktivitas itulah yang membuat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan status Siaga alias Level III terhadap Gunung Semeru. Status baru ini ditetapkan sejak Kamis (16/12) malam, menaikkannya dari status Waspada atau Level II.

Sebagai informasi, penetapan status Siaga menunjukkan adanya peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya. Selain itu, penetapan status Siaga seiring dengan terlihatnya perubahan visual dan aktivitas kawah di gunung berapi.

Berdasarkan analisis data observasi, kondisi itu akan berpotensi diikuti dengan letusan utama. Artinya jika peningkatan kegiatan gunung berapi terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar akan terjadi dalam kurun dua pekan.


"Mengingat kegiatan Gunung Api Semeru masih tinggi dan telah terjadi peningkatan jarak luncur awan panas guguran serta aliran lava," ujar Kepala Badan Geologi K-ESDM, Eko Budi Lelono, dalam keterangan tertulis pada Jumat (17/12). "Maka Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Api Semeru dinaikkan dari Level Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) terhitung melalui tanggal 16 Desember 2021 pukul 23.00 WIB."

Perubahan status ini diikuti dengan sejumlah penyesuaian imbauan dari pemerintah. Salah satunya tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Pasalnya wilayah ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat turut diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Yang terakhir, masyarakat harus mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga harus mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts