Jaringan berita setempat menyebut istri Yoon Suk-yeol, Kim Keon-hee, memalsukan sebagian resumenya ketika melamar pekerjaan di universitas pada 2007 dan 2013 silam.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 17 Desember 2021 - 20:34 WIB
WowKeren - Kandidat presiden dari oposisi terkemuka Korea Selatan pada Jumat (17/12) meminta maaf terkait kontroversi resume sang istri. Ia mengakui ketidakakuratan resume istrinya saat melamar pekerjaan mengajar tahun lalu.
Tak pelak, apa yang dilakukan istrinya itu sukses memicu kemarahan publik yang memandangnya sebagai kemunafikan politisi. Adalah Yoon Suk-yeol, pembawa bendera oposisi konservatif utama People Power Party yang harus tersandung masalah ini.
Ia akan berhadapan dengan penantangnya dari Partai Demokrat yang berkuasa, Lee Jae-myung, dalam pemilihan presiden yang digelar bulan Maret mendatang. Namun, Yoon bukan satu-satunya yang terlibat dalam kontroversi tetapi juga lawannya itu.
Jaringan berita YTN menyebut istri Yoon, Kim Keon-hee, memalsukan sebagian resumenya ketika melamar pekerjaan di universitas pada 2007 dan 2013 silam. Dalam sebuah wawancara dengan YTN, Kim menyatakan bahwa dia memang mengklaim telah mendapat sesuatu yang seharusnya tidak dia dapatkan, menyalahkan ketidakbijaksanaan pada "keserakahan untuk tampil bersinar".
Dia mengatakan tidak ingat atau menolak untuk menjelaskan poin-poin lain yang diangkat penyiar. Namun yang jelas, pada Kamis (16/12) ia meminta maaf karena menyebabkan ketidaknyamanan dan kelelahan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap.
Sementara itu sang suami, Yoon, mengatakan bahwa dia menyesal karena sudah menimbulkan kegaduhan kepada orang-orang atas kontroversi yang berkaitan dengan sang istri. Ia mengakui bahwa apa yang dilakukan istrinya bertolak belakang dengan common sense yang menjadi prinsipnya.
"Terlepas dari alasannya," kata Yoon. "Fakta bahwa kredensial dinyatakan secara tidak akurat dan memicu kontroversi bertentangan dengan keadilan dan akal sehat yang telah saya garisbawahi."
Sementara itu, Yoon merupakan seorang pemula di kancah politik. Ia dikenal sebagai jaksa agung yang mendakwa Cho Kuk, mantan menteri kehakiman dan ajudan Presiden Moon Jae-in, atas beberapa tuduhan. Salah satunya termasuk kasus penyuapan dan penipuan dalam memasukkan putrinya ke universitas.
(wk/zodi)