Menurut pihak kepolisian, predator seksual yang berpura-pura menjadi ginekolog tersebut tersebut telah menyasar 'lebih dari 400 wanita di seluruh Italia', mulai dari wilayah Lazio hingga Lombardia dan Calabria.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 18 Desember 2021 - 09:59 WIB
WowKeren - Seorang pria di Bari, Italia, diyakini telah berpura-pura menjadi ginekolog untuk membujuk banyak wanita menjalani pemeriksaan alat kelamin via tautan web. Usai mendapat keluhan dari banyak korban, polisi menyadap telepon tersangka tersebut.
Pria tersebut diduga telah menelepon para wanita yang menjalani tes swab di klinik yang tersebar di seluruh negeri dan memberitahu para korban bahwa mereka didiagnosis dengan "beberapa infeksi vagina". Menurut pihak kepolisian, predator seksual tersebut telah menyasar "lebih dari 400 wanita di seluruh Italia", mulai dari wilayah Lazio hingga Lombardia dan Calabria.
"Dia kemudian membujuk mereka untuk menjalani pemeriksaan ginekologi online," ungkap pihak kepolisian dalam sebuah pernyataan.
Polisi Italia telah menggeledah rumah tersangka predator seksual tersebut. Polisi kemudian menyita beberapa smartphone dan kartu memori dari pria berusia 40 tahun itu.
"Dia memperkenalkan dirinya sebagai seorang dokter. Dia tahu tanggal dan tempat lahir saya dan bertanya apakah saya telah melakukan pemeriksaan ginekologi dalam beberapa bulan terakhir," demikian kutipan pernyataan salah satu korban, seperti yang dilaporkan harian Repubblica. "Dia mengajukan pertanyaan yang semakin pribadi ... kemudian meminta panggilan video melalui Zoom atau Hangout ... (dan) meminta saya untuk menunjukkan bagian pribadi saya untuk mengkonfirmasi diagnosis."
Di sisi lain, ini bukan kasus ginekolog palsu pertama yang menyasar para wanita di masa pandemi COVID-19. Di Singapura, seorang pria berusia 36 tahun diyakini telah berpura-pura menjadi ginekolog demi mendapat foto alat kelamin dari para korbannya.
Pada 12 November 2021 lalu, pihak kepolisian Singapura mengungkapkan bahwa mereka telah menerima laporan dari korban terkait ginekolog palsu tersebut. Pria itu diduga membuat profil Facebook dengan berpura-pura menjadi seorang ginekolog, dan mengundang seorang korban untuk bergabung dalam kampanye yang diklaim untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan wanita.
Ia kemudian meminta korban untuk mengirimkan foto alat kelaminnya dengan dalih diagnosis medis dan penelitian. Penyelidik berhasil menetapkan identitasnya dan menangkapnya pada 11 November, serta menyita perangkat elektroniknya sebagai barang bukti.
(wk/Bert)