Di wilayah New York, Tenggara, Midwest industri dan Pacific Northwest, Varian Omicron bahkan menyumbang sekitar 90 persen atau lebih infeksi COVID-19 baru. Secara nasional, AS mecatatkan lebih dari 650 ribu kasus Varian Omicron pekan lalu.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 21 Desember 2021 - 11:51 WIB
WowKeren - Pejabat kesehatan federal Amerika Serikat menyatakan bahwa Varian Omicron kini menjadi versi dominan dari virus corona (COVID-19) di negara tersebut. Varian Omicron bahkan menyumbang 73 persen dari infeksi COVID-19 baru di AS minggu lalu.
Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan persentase kasus Varian Omicron meningkat hampir enam kali lipat hanya dalam satu minggu. Angka tersebut bahkan lebih tinggi di sebagian besar wilayah AS.
Di wilayah New York, Tenggara, Midwest industri dan Pacific Northwest, Varian Omicron menyumbang sekitar 90 persen atau lebih infeksi COVID-19 baru. Secara nasional, AS mecatatkan lebih dari 650 ribu kasus Varian Omicron pekan lalu.
Padahal, Varian Delta merupakan versi COVID-19 utama yang menyebabkan infeksi di AS sejak akhir Juni 2021 lalu. Menurut data CDC, lebih dari 99,5% kasus virus corona di AS disebabkan oleh Varian Delta per akhir November 2021.
Menurut Direktur CDC, Dr Rochelle Walensky, angka baru tersebut mencerminkan jenis pertumbuhan yang terlihat di negara lain. "Angka-angka ini mencolok tetapi tidak mengejutkan," ujarnya.
Sementara itu, masih banyak hal terkait Varina Omicron yang belum diketahui. Termasuk apakah varian tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tidak. Studi awal menunjukkan bahwa yang divaksinasi akan memerlukan suntikan booster untuk peluang terbaik dalam mencegah infeksi Omicron.
"Jika Anda akan berinteraksi dengan masyarakat, jika Anda ingin memiliki jenis kehidupan apa pun, omicron akan menjadi sesuatu yang Anda temui, dan cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan divaksinasi sepenuhnya," tutur Dr. Amesh Adalja, seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.
Adalja mengaku tak terkejut dengan data CDC yang menunjukkan bahwa Varian Omicron telah menyalip Delta di AS. Ia memperkirakan penyebaran selama liburan, termasuk infeksi terobosan di antara yang divaksinasi dan komplikasi serius di antara yang tidak divaksinasi yang dapat membuat rumah sakit lebih terbebani.
(wk/Bert)