Singapura mencurigai sudah terbentuk klaster COVID-19 varian Omicron di sebuah pusat kebugaran. Singapura hingga kini telah mengonfirmasi 71 kasus COVID-19 Omicron.
- Elvariza Opita
- Selasa, 21 Desember 2021 - 19:25 WIB
WowKeren - Sudah banyak negara yang mengonfirmasi kasus COVID-19 Omicron, termasuk Singapura. Negara itu pun langsung melakukan pelacakan kontak dan pada Selasa (21/12) mengidentifikasi dugaan klaster COVID-19 Omicron.
Klaster ini melibatkan 3 kasus positif COVID-19 yang dialami warga berusia 18-24 tahun. Klaster COVID-19 Omicron ini ditemukan di pusat kebugaran Anytime Fitness di Pusat Perbelanjaan Bukit Timah dengan rentang kunjungan pasien pada 15-17 Desember 2021.
Sebanyak dua di antara 3 kasus positif tersebut sudah dikonfirmasi terinfeksi varian Omicron. Sedangkan Kementerian Kesehatan Singapura menyebut hasil pemeriksaan kasus terakhir masih belum keluar. Namun yang pasti, ketiga pasien terkait sudah divaksin, memiliki gejala ringan, serta tidak mempunyai riwayat perjalanan.
Temuan potensi klaster COVID-19 Omicron ini tentu harus disikapi serius mengingat varian yang berasal dari negara-negara di selatan Afrika ini begitu mudah menular. Kemenkes Singapura pun menanggapi temuan dugaan klaster dengan pelacakan kontak erat seketat mungkin.
Staf dan pengunjung pusat kebugaran Anytime Fitness yang telah diidentifikasi sebagai kontak dekat akan ditempatkan dalam karantina. Kemenkes juga akan memberikan Peringatan Risiko Kesehatan (HRW) kepada pengunjung lain di pusat kebugaran pada rentang 15-17 Desember 2021.
Kemenkes Singapura telah menjadwalkan tes PCR kepada individu terkait. Sedangkan semua pengunjung juga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing serta mengurangi interaksi sosial selama setidaknya 14 hari dari tanggal kunjungan mereka.
Melansir Mothership, Kemenkes mengonfirmasi keberadaan 71 kasus COVID-19 Omicron di Singapura. Sebanyak 65 merupakan kasus impor sedangkan 6 lainnya adalah kasus lokal.
"Dengan tingkat penularan dan penyebaran yang tinggi di berbagai penjuru dunia, kita harus bersiap-siap menemukan lebih banyak kasus Omicron, baik di perbatasan maupun komunitas kita sendiri. Penting bagi semua orang untuk terus memainkan peran mereka dan tetap waspada untuk mengurangi penyebaran COVID-19 dan segera menerima vaksinasi atau dosis booster saat ditawarkan," tegas Kemenkes Singapura.
(wk/elva)