Imbas Sapuan Topan Rai, Kini Sudah Tak Ada Lagi 'Surga' Selancar di Filipina
Dunia

Topan Rai yang menghantam Filipina beberapa waktu lalu menyisakan kesedihan tersendiri bagi para turis. Terlebih Topan Rai menyapu kawasan pantai favorit turis.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Filipina dilanda bencana alam Topan Rai. Bahkan bencana ini juga telah memakan ratusan korban tewas. Tak hanya itu, ratusan ribu orang juga terpaksa meninggalkan kediamannya dan resor tepi pantai saat Topan Rai melanda wilayah selatan dan tengah Filipina.

Sementara itu, pemilik resor dan bar di pulau Filipina yang populer di kalangan perselancar dan turis yang mengharapkan liburan Natal dengan meriah setelah pembatasan COVID-19 akhirnya mereda. Namun harapan mereka pupus bersama dengan kondisi yang telah dimusnakan oleh Topan Rai.

Topan Rai itu disebut sebagai badai terkuat yang melanda Filipina pada tahun 2021 ini. Topan Rai tersebut diketahui membelah Siargao yang merupakan "surga" tropis yang terkenal dengan pantai berpasir, ombak besar, dan suasana santai.

Saat Topan Rai melanda sebagian wilayah Filipina, diketahui kecepatan angin mencapai hingga 195 km per jam pada Kamis (16/12) lalu. Akibatnya, banyak pohon palem yang tumbang, atap jerami porak-poranda, serta menghancurkan sejumlah bangunan kayu dan menjatuhkan tiang listrik.


Dengan terjadinya Topan Rai itu menghancurkan pulau yang terpilih sebagai yang terbaik di Asia menurut pembaca Conde Nast Traveler di tahun 2021. Bahkan kondisi hancurnya pulau itu membuat tidak bisa dikenali.

"Sehari setelah badai, kami pergi ke luar dan kami seperti 'wow, ini Siargao sekarang, tidak ada lagi'," tutur Claudine Mendoza (27) seorang koki sous di sebuah resor tepi pantai kepada AFP, dilihat Rabu (22/12). "Bahkan Cloud Nine sudah tidak ada lagi, itu benar-benar hancur."

Adapun maksud Mendoza soal Cloud Nine adalah merujuk pada ombak selancar di pulau itu, di mana trotoar kayu, tempat berswafoto favorit turis, hancur tersapu Topan Rai. Atas badai yang menghantam Filipina itu tentu saja meninggalkan kesedihan tersendiri bagi operator pariwisata, mengingat kejadian berlangsung satu minggu sebelum liburan Natal.

Mayoritas warga Filipina diketahui akan menghabiskan waktu perayaan Natal dengan pergi ke pantai dan menyelam di pulau tersebut. Setelah sempat hancur akibat pandemi COVID-19, kini sektor pariwisata telah mulai bangkit kembali. Namun kini harus kembali berjuang keras setelah disapu Topan Rai.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait