Pada Rabu (22/12), Kementerian Kesehatan Jepang mengungkapkan ada tiga anggota keluarga di Osaka yang menjadi kasus infeksi komunitas Omicron pertama di negara tersebut.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 23 Desember 2021 - 16:31 WIB
WowKeren - Jepang telah mengkonfirmasi tranmisi lokal Varian Omicron pertamanya. Pada Rabu (22/12), Kementerian Kesehatan Jepang mengungkapkan ada tiga anggota keluarga di Osaka yang menjadi kasus infeksi komunitas Omicron pertama di negara tersebut.
Tiga anggota keluarga tersebut tengah dirawat di rumah sakit bersama dengan dua anak lain yang terinfeksi. Kedua anak tersebut masih menunggu hasil tes untuk melihat apakah mereka terpapar Omicron atau tidak.
Sang ayah yang telah dikonfirmasi terpapar Omicron merupakan seorang guru SD di Neyagawa, Osaka. Pejabat dewan pendidikan kota Neyagawa mengatakan semua guru di sekolah yang sama telah diuji untuk COVID-19. Hasilnya, seorang guru dinyatakan positif COVID-19, dan tes sekuensing genom sedang dilakukan untuk menentukan apakah ia terpapar varian Omicron.
Semua siswa yang melakukan kontak dekat dengan guru yang terkonfirmasi positif COVID-19 Omicron tersebut telah menjalani tes PCR. Namun pada akhirnya seluruh siswa di sekolah tersebut akan turut diuji PCR. Hingga Rabu malam, belum ada siswa yang dinyatakan positif COVID-19.
Sementara itu, pejabat pemerintah prefektur Osaka juga melaporkan adanya dua penduduk lokal yang tak memiliki riwayat perjalanan luar negeri dinyatakan positif COVID-19, namun bukan karena Varian Delta. Tes terus dilakukan karena kemungkinan besar keduanya juga terinfeksi varian Omicron.
Temuan transmisi lokal Varian Omicron ini lantas membuat pemerintah prefektur Osaka mengurungkan rencana mereka mencabut pembatasan di bar dan restoran. Pembatasan itu akan tetap berlaku hingga tahun baru.
Temuan tersebut juga membuat pejabat pemerintah pusat dan daerah meningkatkan upaya anti-infeksi COVID-19. "Pemerintah pusat akan mengambil tindakan menyeluruh sebagai pengakuan atas infeksi masyarakat yang tidak dapat dikaitkan dengan sumbernya," tutur Perdana Menteri Fumio Kishida pada Rabu (22/12).
Sejauh ini, pemerintah Jepang telah melanjutkan pembatasan perjalanan internasional, pembatasan operasi di bar dan restoran, dan persiapan di fasilitas medis untuk pasien Omicron. Beberapa ahli kesehatan mengatakan ada lebih banyak hal yang harus dilakukan untuk menahan varian Omicron.
Sebagai informasi, Jepang telah mencatat 160 kasus Varian Omicron per Rabu kemarin, termasuk yang ditemukan di stasiun karantina bandara. Sejauh ini, tidak ada pasien yang mengalami gejala serius.
(wk/Bert)