Kementerian ESDM menegaskan bahwa penghapusan Premium dimaksudkan agar masyarakat beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan, dalam hal ini Pertalite, yang konon juga akan dihapus.
- Elvariza Opita
- Kamis, 23 Desember 2021 - 18:13 WIB
WowKeren - Isu dihapusnya bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium pada 2022 kembali dipastikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bahkan bukan hanya Premium, Kementerian ESDM sudah memberi ancang-ancang soal penghapusan BBM jenis Pertalite juga yang disebut tinggal menunggu waktu.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih, menyebut langkah penghapusan Premium yang memiliki nilai RON 88 ini untuk mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. Sedianya BBM dengan RON 88 alias Premium akan digantikan sepenuhnya menggunakan Pertalite yang nilai RON-nya lebih tinggi, yakni 90.
"Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90)," ujar Soerja, Kamis (23/12). "Sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan."
Premium yang memiliki nilai RON 88, menurut Soerja, sejauh ini hanya tinggal digunakan di 7 negara. Volume penggunaannya pun semakin kecil karena kesadaran masyarakat akan pentingnya pemakaian BBM lebih ramah lingkungan terus meningkat.
Saat ini pemerintah tengah menyusun roadmap untuk perlahan-lahan bertransisi menuju penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. Sehingga hanya tinggal menunggu waktu hingga BBM Pertalite juga akan digantikan dengan yang nilai RON-nya lebih tinggi lagi.
"Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan," terang Soerja. "Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax."
Perubahan dari Premium ke Pertalite sendiri, dikutip dari CNBC Indonesia, dapat menurunkan kadar emisi karbon dioksida (CO2) sampai sebesar 14 persen. Bila kembali ditingkatkan yakni menggunakan Pertamax, kadar emisi karbon dioksidanya kembali berkurang sampai sebesar 27 persen.
Diperkirakan perubahan Premium ke Pertalite ini akan diimplementasikan pada 2022. "Premium tahun depan sudah tidak ada. Tunggu Perpres (Peraturan Presiden) keluar," ungkap seorang sumber kepada CNBC Indonesia, dilansir pada Kamis (23/12).
(wk/elva)