COVID-19 Tewaskan 50 Ribu Orang Per Minggu, WHO Ajak Dunia Bertekad Akhiri Pandemi 2022
CFP
Dunia

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengajak negara-negara dunia untuk saling bekerja sama mengakhiri pandemi COVID-19 pada 2022 dengan strategi berikut ini.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap fakta memprihatinkan soal pandemi COVID-19. Sebab penyakit infeksi saluran pernapasan ini telah menewaskan 5,6 juta orang, dengan korban jiwa mingguan sampai 50 ribu nyawa.

Fakta buruk ini, menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus terkait dengan ketidakmampuan dunia dalam menyetarakan distribusi vaksin COVID-19. "Tidak diragukan lagi, ketidakmampuan kita memastikan kesetaraan vaksin sudah mengorbankan banyak nyawa," kata Tedros pada Rabu (22/12) waktu setempat.

"Kita kehilangan 3,5 juta nyawa akibat COVID-19 pada 2021, bahkan lebih banyak dibandingkan kombinasi angka kematian akibat HIV, malaria, dan tuberkulosis. Dan tetap saja, COVID-19 terus menelan hingga 50 ribu korban jiwa setiap pekannya," imbuh Tedros.

Oleh karenanya, kembali Tedros menekankan pentingnya untuk mengupayakan distribusi vaksin COVID-19 yang merata di seluruh penjuru dunia, kampanye yang memang terus disampaikan Tedros dalam berbagai kesempatan. Bahkan menurut WHO hanya setengah dari negara anggota yang mampu memenuhi target 40 persen populasi pada akhir 2021.


"Ada cukup vaksin di dunia tahun ini, yang seharusnya bisa membuat setiap negara berhasil memvaksinasi 40 persen populasinya pada akhir September," jelas Tedros, dikutip dari CGTN, Kamis (23/12). "Jika saja vaksin-vaksin itu didistribusikan secara merata melalui COVAX dan AVAT."

Tingginya angka kematian COVID-19 ini pun membuat Tedros bertekad untuk membawa resolusi baru, yakni menghentikan pandemi pada 2022. "Tahun 2022 harus menjadi tahun kita mengakhiri pandemi," tegas Tedros pada Selasa (21/12).

Ada banyak strategi yang bisa dikembangkan, seperti pengembangan vaksin generasi kedua dan ketiga untuk menghadapi virus Corona yang terus bermutasi. Selain itu pengembangan inovasi lain termasuk obat-obatan dan perawatan antimikroba juga bisa dipertimbangkan.

"Kami berharap bisa mengalihkan penyakit ini menjadi penyakit yang relatif ringan, mudah dicegah, serta mudah diobati. Bila kita bisa menjaga laju penularannya tetap kecil, kita bisa menemui akhir pandemi," lanjut Tedros.

Tedros juga mengingatkan setiap negara untuk berhati-hati dalam menetapkan kebijakan. Terutama yang berkaitan dengan mengatur mobilitas masyarakat demi meminimalisir terjadinya penularan lebih besar, seperti di festival atau libur panjang. "Meniadakan agenda lebih baik daripada kehilangan nyawa," pungkas Tedros.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait