Dengan visa tersebut, para investor dapat mengajukan permohonan untuk bersaing memperebutkan tempat di sistem MIQ Selandia Baru yang padat. Padahal sudah ada ribuan warga Selandia Baru di luar negeri yang tak bisa pulang karena keterbatasan MIQ.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 24 Desember 2021 - 13:12 WIB
WowKeren - Skema kontroversial yang menawarkan visa kepada investor asing kaya kembali dijalankan di Selandia Baru setelah satu tahun terhenti karena pandemi. Skema tersebut lantas memicu kekhawatiran dari warga Selandia Baru di luar negeri yang khawatir hal itu akan menambah beban pada sistem isolasi dan karantina (MIQ) negara tersebut.
Dengan visa tersebut, para investor dapat mengajukan permohonan untuk bersaing memperebutkan tempat di sistem MIQ Selandia Baru yang padat. Tinggal di MIQ adalah prasyarat untuk masuk ke negara itu, yang sebagian besar telah ditutup untuk perjalanan internasional yang tidak dikarantina sejak Maret 2020. Karena kekurangan tempat MIQ, ribuan warga Selandia Baru belum bisa pulang.
Martin Newell, juru bicara kelompok advokasi Grounded Kiwis, mengatakan dimulainya kembali skema tersebut akan memicu "ketidakpercayaan" di antara warga Selandia Baru di luar negeri. Pasalnya, warga Selandia Baru di luar negeri kemungkinan kehilangan tempat MIQ karena investor asing tersebut.
"Pemerintah mengabaikan kebutuhan warganya demi mereka yang memiliki cukup uang untuk dapat membeli jalan mereka ke negara itu," tutur Newell dikutip dari The Guardian pada Jumat (24/12).
Menurut situs berita Stuff, Imigrasi Selandia Baru (INZ) baru-baru ini memberikan 32 visa kepada orang-orang yang berjanji untuk berinvestasi setidaknya $10 juta atau setara Rp 96,75 miliar secara lokal selama tiga tahun. Selain itu, INZ juga memberikan 76 visa kepada orang-orang yang berjanji akan berinvestasi setidaknya $3 juta atau setara Rp 29 miliar.
INZ belum memberikan keputusan terhadap 816 pelamar lain di kedua kategori. Visa-visa tersebut menghasilkan komitmen keuangan hingga mencapai setidaknya $548 juta atau setara Rp 5,3 triliun.
Menurut juru bicara INZ, agensi tersebut sudah mulai memproses aplikasi untuk beberapa kategori visa. Termasuk kategori kemanusiaan dan keluarga, bukan hanya untuk investor saja.
Skema visa untuk investor kaya ini diaktifkan kembali setelah penundaan program perjalanan bebas karantina untuk warga Selandia Baru. Menteri Penanganan COVID-19, Chris Hipkins, mengatakan hari pembukaan kembali akan diundur dari 17 Januari hingga akhir Februari karena ketidakpastian varian Omicron. Hal ini memastikan bahwa kesulitan seputar akses ke MIQ akan berlanjut hingga 2022.
(wk/Bert)