Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo, vaksin COVID-19 buatan dalam negeri seperti Vaksin Merah Putih juga akan dipertimbangkan sebagai booster.
- Jumat, 24 Desember 2021 - 13:35 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia kini tengah mempersiapkan program vaksinasi COVID-19 suntikan ketiga alias booster untuk awal tahun 2022 mendatang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo, vaksin COVID-19 buatan dalam negeri seperti Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara juga akan dipertimbangkan sebagai booster.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, lantas menjelaskan bahwa Vaksin Merah Putih bisa digunakan untuk keperluan vaksinasi primer maupun booster. Meski demikian, vaksin tersebut diperkirakan baru dapat diproduksi massal pada akhir tahun 2022 mendatang.
"Bisa untuk vaksinasi primer maupun booster. Kalau lihat perkembangannya kemungkinan baru akan tersedia atau produksi massal itu di akhir 2022," ungkap Amin kepada Kompas.com pada Kamis (23/12).
Amin mengungkapkan bahwa proses uji klinis tahap pertama, kedua, dan ketiga Vaksin Merah Putih baru akan berulangsung awal tahun 2022. Dengan demikian, produksi massal vaksin tersebut baru bisa dilakukan pada akhir tahun.
Untuk saat ini, Vaksin Merah Putih baru akan diproduksi secara terbatas untuk keperluan uji klinis semata. Jumlahnya turut disesuaikan dengan tahapan masing-masing uji klinis.
"Misalnya uji klinis fase satu dibutuhkan beberapa puluh dosis, lalu uji klinis fase kedua diproduksi beberapa ratus dosis, uji klinis ketiga baru diproduksi beberapa ribu dosis," terangnya. "Tahapannya memang memerlukan waktu agar hasilnya baik, aman digunakan dan memiliki efikasi yang cukup tinggi sebagaimana yang disyaratkan WHO."
Nantinya, Vaksin Merah Putih ini diharapkan bisa memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan vaksin COVID-19 di Tanah Air. Vaksin tersebut juga diharapkan bisa dikirim ke negara-negara lain yang kesulitan mengakses vaksin dan tingkat vaksinasinya masih rendah. Untuk mencapai hal tersebut, tim pengembang Vaksin Merah Putih masih berupaya untuk memenuhi sejumlah kualifikasi.
"Sebab sebagaimana disyaratkan WHO, efikasi vaksin harus di atas 50 persen sehingga masih efektif dalam mengantisipasi penularan berbagai varian virus Corona," pungkasnya.
(wk/Indr)