Beberapa waktu lalu, Malaysia dirundung bencana alam banjir, bahkan juga menyebabkan puluhan korban tewas. Namun pemerintah disebut lamban dalam penanganan bencana alam tersebut.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 28 Desember 2021 - 14:29 WIB
WowKeren - Malaysia saat ini diketahui tengah menghadapi bencana alam banjir besar yang juga memakan korban jiwa. Banjir ini bahkan disebut merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir Al Jazeera, Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob saat ini diketahui tengah menghadapi rentetan kritik lantaran warga menilai pemerintahnya terlalu lambat merespons banjir tersebut. Hujan deras yang terjadi selama berhari-hari itu menyebabkan sungai meluap pada pekan lalu, sehingga membanjiri kota-kota dan membuat puluhan ribu orang mengungsi, dan puluhan orang tewas.
Akibat dari banjir tersebut, banyak peralatan yang rusak dan perabotan yang basah kuyup menumpuk di jalan-jalan dan di luar rumah daerah yang dilanda banjir. Sementara itu, para penduduk dan sukarelawan tampak melanjutkan pembersihan besar-besaran.
Sementara itu, para warga Malaysia yang terdampak banjir, hingga saat ini masih mempertanyakan di mana bantuan yang telah dijanjikan pihak berwenang. "Saya marah. Tidak ada bantuan dari pemerintah. Kami membutuhkan uang tunai untuk membangun kembali kehidupan kami," tutur Asniyati Ismail dalam keterangan, dilihat pada Selasa (28/12).
Asniyati sendiri diketahui bertempat tinggal di daerah pemukiman di Shah Alam, ibu kota negara bagian Selangor. "Ada lumpur di mana-mana, semuanya telah hancur," lanjutnya kepada kantor berita AFP.
Tumpukan sampah yang tertinggal di daerah tersebut akibat dari banjir juga dikhawatirkan memicu wabah penyakit. Selangor disebut menjadi wilayah yang paling parah akibat dilanda banjir.
Masih melansir Al Jazeera, banyak juga orang di distrik Shah Alam yang terdampar di rumah mereka tanpa makanan selama berhari-hari, sebelum akhirnya dievakuasi dengan kapal dalam operasi penyelamatan yang kacau balau. Kartik Rao, warga terdampak banjir lainnya pun mengkritik pemerintah atas penanganan bencana alam tersebut.
"Pemerintah sangat lamban dalam misi penyelamatan," tutur Kartik Rao kepada kantor berita AFP. "Dan sekarang mereka lambat dalam operasi pembersihan. Bahkan setelah tujuh hari, sampah di lingkungan ini belum dibersihkan."
Sebelumnya, Ismail telah berjanji akan memberikan bantuan senilai Rp33,8 juta untuk korban banjir. Akan tetapi, kemarahan warga Malaysia telah memuncak dan menilai pemerintahannya sangat lamban dalam menangani banjir.
(wk/tiar)