Klaim Perkembangan COVID-19 di RI Masih Terkendali, Satgas: Fokus Pertahankan Kasus Tetap Rendah
covid19.go.id
Nasional

Meski saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan ancaman varian Omicron, tetapi pemerintah terus berupaya untuk bisa tetap mengendalikan situasi pandemi COVID-19.

WowKeren - Indonesia hingga saat ini masih terus bergelut dengan pandemi COVID-19. Bahkan saat ini Indonesia menghadapi ancaman varian Omicron.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi temuan varian Omicron transmisi lokal. Dengan adanya temuan transmisi lokal ini, total kasus varian Omicron menjadi 47 kasus.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini masih terkendali. Kemudian, penurunan jumlah kasus saat ini juga hampir mencapai 100 persen atau 99,6 persen sejak puncak kasus lonjakan kedua pada Juli lalu.

"Artinya, jika kita bisa mencapai 100 persen penurunan dari puncak kasus tertinggi tersebut atau 0,4 persen lagi, maka tidak ada lagi penambahan kasus positif dan kita dapat bebas dari COVID-19," tutur Wiku dalam keterangan pers, dilihat Rabu (29/12).


Lebih lanjut, Wiku menerangkan fokus utama pemerintah saat ini adalah upaya untuk mempertahankan agar kasus COVID-19 tetap rendah dan mengendalikan kenaikan kasus sedini mungkin. "Mungkin masih harus menjadi fokus utama kita di tahun yang akan datang," imbuhnya.

Wiku lantas mengungkapkan bahwa sejauh ini, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk bisa mengendalikan kasus COVID-19. Adapun upaya yang dilakukan sepanjang tahun ini adalah meningkatkan jumlah tempat tidur rumah sakit rujukan, laboratorium rujukan, fasilitas isolasi terpusat, dan juga posko tingkat desa atau kelurahan .

Tidak hanya itu, kata Wiku, sepanjang tahun 2021, pemerintah juga meningkatkan sejumlah tempat tidur rumah sakit rujukan, laboratorium rujukan, fasilitas isolasi terpusat, dan juga posko tingkat desa atau kelurahan. Menurutnya, jumlah tempat tidur di ruang isolasi dan ICU rumah sakit rujukan saat ini telah meningkat menjadi 81 ribu.

Selanjutnya, Wiku menambahkan angka keterisian tempat tidur (BOR) isolasi saat ini hanya sebesar 2,24 persen, dan BOR ICU sebesar 3,88 persen. Sementara untuk tempat tidur isolasi terpusat, pihaknya mencatat sebanyak 20 ribu tempat tidur isolasi terpusat di berbagai daerah per Juli 2021.

"Hal inilah yang menjadi modal penting bagi kita untuk terus bertahan melawan tantangan pandemi yang dinamis," jelas Wiku. "Termasuk varian Omicron yang saat ini kita hadapi dan bahkan keluar dari pandemi COVID-19 di masa yang akan datang."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait