Media lokal melaporkan bahwa terdapat lubang runtuh di tambang Darsaya. Selain menewaskan puluhan orang, insiden itu juga menyebabkan delapan orang terluka.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 29 Desember 2021 - 14:52 WIB
WowKeren - Insiden tambang emas runtuh terjadi di Sudan baru-baru ini. Pihak berwenang pada Selasa (28/12) mengatakan setidaknya ada 38 orang yang tewas akibat peristiwa nahas tersebut.
Tambang emas itu merupakan tambang emas yang sudah tidak berfungsi, yang berlokasi di Provinsi Kordofan Barat. Perusahaan pertambangan milik negara mengatakan dalam sebuah pernyataan, runtuhnya tambang yang tertutup dan tidak berfungsi itu terjadi di desa Fuja yang berada di 700 kilometer (435 mil) selatan ibu kota Khartoum.
Dikatakan ada juga cedera namun tidak diketahui secara spesifik. Media lokal melaporkan bahwa ada beberapa lubang yang runtuh di pertambangan Darsaya. Selain menewaskan puluhan orang, insiden itu juga menyebabkan delapan orang terluka yang kemudian segera dilarikan ke rumah sakit setempat.
Menurut gambar yang diunggah di Facebook oleh perusahaan tambang, penduduk desa berkumpul di lokasi saat setidaknya dua kapal keruk bekerja untuk menemukan kemungkinan korban dan mayat. Gambar lain menunjukkan orang-orang tengah mempersiapkan kuburan untuk memakamkan para korban.
Perusahaan mengatakan bahwa tambang itu sudah tidak berfungsi. Namun setelah pasukan keamanan yang menjaga lokasi meninggalkan daerah itu, penambang lokal kembali bekerja. Tidak disebutkan kapan tambang itu berhenti difungsikan.
Dalam pernyataannya, Perusahaan Terbatas Sumber Daya Mineral Sudan meminta pasukan untuk menjaga situs tersebut. Tujuannya tentu saja untuk mencegah penambangan yang tidak diatur. Perusahaan juga meminta masyarakat setempat untuk membantu melanjutkan kegiatan penambangannya di daerah tersebut, yang dihentikan pada tahun 2019.
Sebagaimana diketahui, Sudan telah dikenal sebagai produsen emas utama di dunia. Banyak tambang yang tersebar di seluruh negeri. Pada tahun 2020, negara Afrika Timur itu memproduksi 36,6 ton yang merupakan angka terbesar kedua di benua itu.
Sementara itu, insiden tambang emas runtuh bukan hal yang baru di Sudan di mana standar keselamatan tidak berlaku secara luas. Pemerintah transisi juga telah mulai mengatur industri pertambangan selama dua tahun terakhir di tengah tuduhan penyelundupan emas.
(wk/zodi)