Korea Selatan Murka Jepang Daftarkan Tambang Emas Bekas Lokasi Kerja Paksa Jadi Warisan Dunia UNESCO
pixabay.com/Ilustrasi/griepsma
Dunia

Korea Selatan menilai kompleks itu erat kaitannya dengan penggunaan tenaga kerja paksa Korea oleh Jepang selama periode penjajahan tahun 1910-1945 di Semenanjung Korea

WowKeren - Jepang telah mendaftarkan tambang emas dan perak kuno yang ada di pulau Sado di Prefektur Niigata untuk dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO 2023. Namun rupanya, langkah Jepang yang satu ini membuat Korea Selatan geram.

Korsel yang tak terima, menyerukan pencabutan segera situs itu dari daftar tersebut. Sebab kompleks itu erat kaitannya dengan penggunaan tenaga kerja paksa Korea oleh Jepang selama periode penjajahan tahun 1910-1945 di Semenanjung Korea.

Rekomendasi tersebut diajukan pada Selasa (28/12) oleh Dewan Urusan Kebudayaan. Situs itu merupakan satu-satunya kandidat Jepang untuk dimasukkan dalam daftar pada tahun 2023.

Melansir Asahi, situs ini terdiri dari Tambang Emas Aluvial Nishimikawa, Tambang Emas dan Perak Aikawa, dan Tambang Perak Tsurushi. Operasi penambangan di sana mencapai puncaknya pada awal Periode Edo (1603-1867) dan berhenti pada tahun 1989.


Seoul telah berulang kali mempermasalahkan kegagalan Tokyo untuk memenuhi janjinya dengan benar untuk menghormati para korban kerja paksa di sebuah pusat informasi di situs revolusi industri yang ditunjuk dalam daftar pada tahun 2015. Choi Young-sam, juru bicara Kementerian luar negeri Seoul, sangat menyesalkan keputusan Jepang itu.

"Sangat disesalkan bahwa (Jepang) telah memutuskan untuk mendorong penunjukan Warisan Dunia tambang," tegasnya. "Situs lain di mana orang Korea dipaksa bekerja, dan kami menyerukan pencabutan segera."

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Korsel akan melakukan segala upaya yang diperlukan untuk mencegah situs itu masuk ke Daftar Warisan Dunia UNESCO. "Pemerintah kami akan dengan tegas menanggapi komunitas internasional untuk mencegah situs di mana para pekerja dipaksa bekerja di luar kehendak mereka untuk ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO tanpa penjelasan yang cukup," tambahnya.

Tambang Sado awalnya beroperasi sebagai tambang emas pada tahun 1600-an. Seiring berjalannya waktu, tambang ini berubah menjadi fasilitas untuk memproduksi bahan yang berhubungan dengan perang selama Perang Dunia II dan ditutup pada tahun 1946. Menurut dokumen sejarah, setidaknya 1.200 warga Korea dipaksa bekerja di tambang dalam kondisi yang keras selama perang.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait