Menurut sebuah studi yang dipimpin oleh Universitas Tiongkok, terungkap bahwa beralih ke pola makan yang tidak terlalu melibatkan daging dapat mengurangi polusi udara.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 29 Desember 2021 - 16:40 WIB
WowKeren - Warga Hong Kong didesak untuk mengurangi konsumsi mereka terhadap makanan yang terbuat dari daging. Seruan itu disampaikan oleh para peneliti dari Chinese University of Hong Kong, yang meminta orang-orang memangkas konsumsi daging hingga setengahnya.
Seruan ini dimaksudkan tak hanya untuk mengedepankan hidup sehat namun juga demi kelangsungan planet Bumi. Menurut sebuah studi yang dipimpin oleh Universitas Tiongkok, terungkap bahwa beralih ke pola makan yang tidak terlalu melibatkan daging dapat mengurangi polusi udara di Tiongkok dengan mengurangi emisi amonia pertanian sekitar 20 persen.
Studi ini dilakukan dengan menganalisis perubahan pola produksi dan konsumsi makanan di Tiongkok dari tahun 1980 hingga 2010. Para peneliti menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi dan populasi yang cepat di Tiongkok dimulai pada tahun 1980-an.
Pertumbuhan itu diikuti dengan pergeseran nasional dari pola makan nabati ke pola makan padat daging, hingga puncaknya terjadi ketika Tiongkok menjadi negara konsumen daging tertinggi di dunia. Menurut Amos Tai Pui-kuen yang merupakan profesor di program ilmu sistem bumi yang memimpin penelitian, rata-rata orang di daratan mengkonsumsi 150 gram daging per hari.
Sedangkan konsumsi daging oleh orang Hong Kong mencapai 200 gram per hari. Untuk itu, Tai merekomendasikan orang mengurangi asupan daging mereka antara 40 dan 75g per hari.
"Masyarakat Hong Kong harus mengurangi asupan daging mereka setidaknya setengahnya," katanya. Tai menekankan bahwa pada dasarnya orang-orang tidak perlu beralih menjadi vegetarian, namun cukup mengurangi konsumsi daging yang berlebihan.
Untuk mendapatkan asupan protein, rekan penulis makalah penelitian yang diterbitkan di Nature Food, profesor Lam Hon-ming, mengatakan bahwa orang dapat beralih ke kacang. Tai mengatakan bahwa pola makan yang lebih padat daging di China selama 30 tahun terakhir telah meningkatkan emisi amonia dari sektor pertanian sebesar 63 persen.
"Konsumsi daging yang lebih tinggi telah menyebabkan sekitar 90.000 lebih banyak kematian dini terkait polusi udara setiap tahun," kata Tai.
(wk/zodi)