Outlet Media Pro-Demokrasi di Hong Kong Tutup Usai Kantornya Digerebek Polisi
AFP/Anthony Wallace
Dunia

Staf senior Stand News ditangkap polisi pada Rabu (29/12) pagi ini karena dicurigai 'berkonspirasi untuk menerbitkan publikasi hasutan'. Stand News kemudian menyatakan telah menghentikan operasionalnya.

WowKeren - Stand News yang merupakan outlet media pro-demokrasi di Hong Kong akan ditutup usai polisi menggeberek kantornya. Staf senior Stand News ditangkap polisi karena dicurigai "berkonspirasi untuk menerbitkan publikasi hasutan".

"Karena situasinya, Stand News sekarang menghentikan operasinya," demikian pernyataan media online tersebut pada Rabu (29/12). "Penjabat pemimpin redaksi, Patrick Lam, telah mengundurkan diri dan semua karyawan Stand News diberhentikan."

Sebelumnya, ratusan polisi keamanan nasional Hong Kong menggerebek kantor outlet media tersebut dan menangkap enam orang, termasuk staf senior. Aktivis Hong Kong terkemuka termasuk dalam daftar orang-orang yang ditangkap tersebut, termasuk penyanyi pop Denise Ho dan pengacara Margaret Ng. Keduanya diketahui bertugas di dewan Stand News.

Adapun penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu (29/12) pagi. Rumah para jurnalis juga turut digeledah oleh polisi. Penggeledahan tersebut lantas menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut tentang kebebasan berbicara, terutama untuk media.


Sebagai informasi, penghasutan tidak termasuk dalam tindak kejahatan di bawah undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan oleh Beijing di Hong Kong sejak Juni 2020 lalu. Namun keputusan pengadilan baru-baru ini telah membebaskan pihak berwenang untuk menggunakan kekuasaan yang diberikan oleh undang-undang baru untuk menerapkan undang-undang era kolonial yang sebelumnya jarang digunakan, termasuk Undang-undang Kejahatan, yang meliputi hasutan.

Dalam pernyataannya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa mereka telah melakukan penggeledahan dengan surat perintah. Surat perintah itu disebut mengizinkan mereka "untuk mencari dan menyita materi jurnalistik yang relevan".

"Lebih dari 200 petugas polisi berseragam dan berpakaian preman telah dikerahkan selama operasi. Operasi pencarian sedang berlangsung," demikian kutipan pernyataan tersebut.

Pada Rabu hari ini, pihak kepolisian juga mengkonfirmasi bahwa mereka telah membekukan aset Stand News senilai HKD 61 juta atau setara Rp 111,45 miliar. Ini merupakan jumlah aset terbesar yang dibekukan di bawah undang-undang keamanan nasional.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait