Catat Lebih Dari 20 Ribu Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Australia Justru Longgarkan Aturan Testing
Dunia

Menurut Perdana Menteri Australia Scott Morrison, 'kontak dekat' akan didefinisikan sebagai orang yang tinggal di rumah yang sama dengan orang yang terinfeksi COVID-19 mulai Jumat (31/12).

WowKeren - Australia mempersempit definisi "kontak dekat" kasus COVID-19 dan melonggarkan persyaratan testing COVID-19. Keputusan ini dapat mengurangi tekanan pada fasilitas pengujian COVID-19 yang terus kebanjiran "pelanggan".

Pelonggaran syarat tes COVID-19 ini juga dilakukan untuk menghentikan orang tanpa gejala dipaksa untuk isolasi, terutama dalam bidang perawatan kesehatan, perhotelan, dan penerbangan. Keputusan ini juga diambil untuk memotong antrean panjang orang yang dipaksa untuk menjalani tes PCR karena melakukan perjalanan antar negara bagian atau karena mereka telah berada di tempat umum yanng sama dengan pasien COVID-19.

"Dengan Omicron, kami tidak dapat membuat ratusan ribu warga Australia dan lebih banyak lagi dikeluarkan dari peredaran berdasarkan aturan yang ditetapkan untuk varian Delta," tutur Perdana Menteri Scott Morrison.

Adapun Australia baru saja mencatat rekor 20 ribu kasus COVID-19 dalam sehari. Negeri Kanguru ini tengah bergulat dengan penyebaran cepat Varian Omicron. Kasus COVID-19 harian di Australia telah melonjak dari yang awalnya hanya sekitar 1.200 sebulan lalu menjadi 21.329 kasus pada Kamis (30/12) hari ini saja.


Menurut PM Morrison, "kontak dekat" akan didefinisikan sebagai orang yang tinggal di rumah yang sama dengan orang yang terinfeksi mulai Jumat (31/12). Orang yang termasuk dalam kontak dekat kasus COVID-19 harus menjalani isolasi selama tujuh hari dan hanya perlu menjalani tes PCR apabila merasakan gejala.

"Jika Anda bukan orang dekat dan tidak menunjukkan gejala, Anda tidak perlu pergi dan menjalani tes (COVID-19)," papar PM Morrison.

Dengan kebijakan baru ini, para pejabat kesehatan akan lebih mengandalkan rapid test antigen di rumah. Sedangkan tes PCR akan digunakan untuk orang dengan gejala COVID-19 dan yang rentan.

Rekor kasus COVID-19 memang membuat fasilitas pengujian terbebani. Namun jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit lebih rendah daripada selama periode puncak gelombang Varian Delta.

"Omicron, bagaimanapun, tidak terlalu parah. Itu menjadi sangat jelas sekarang," kata Kepala Petugas Medis Paul Kelly.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait