PM Boris Johnson Disalahkan Atas Kekurangan Alat Tes COVID-19 di Inggris
Instagram/borisjohnsonuk
Dunia
Pandemi Virus Corona

Bahkan ada laporan bahwa beberapa tenaga kerja penting seperti perawat dan petugas pemadam kebakaran di Inggris tidak dapat mengakses testing COVID-19 untuk bisa bekerja.

WowKeren - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson disalahkan atas isu kurangnya stok alat tes COVID-19 di negara tersebut. Lonjakan permintaan yang besar membuat jutaan orang kesulitan mengakses testing COVID-19 hingga staf-staf penting tidak dapat bekerja.

Diketahui, PM Johnson sempat mendesak masyarakat untuk melakukan rapid tes COVID-19 sebelum berangkat merayakan Malam Tahun Baru. Sedangkan gelombang Omicron telah mendorong permintaan untuk testing COVID-19 via aliran lateral dan PCR.

Inggris sendiri mencatat rekor 183 ribu kasus COVID-19 pada Rabu (29/12). Dengan peningkatan jumlah kasus yang besar, sistem kesehatan Inggris pun dilanda oleh kekurangan stok alat tes COVID-19.

Bahkan ada laporan bahwa beberapa tenaga kerja penting seperti perawat dan petugas pemadam kebakaran tidak dapat mengakses tes COVID-19 untuk bisa bekerja. Karena staf medis mengalami keterlambatan dalam hasil tes PCR dan masalah mengakses rapid test, Penyedia Layanan Kesehatan Nasional (NHS) meminta PM Johnson untuk mempertimbangkan memesan beberapa tes untuk petugas kesehatan.


Anggota masyarakat juga mengeluh bahwa tes sulit ditemukan, karena apotek di seluruh Inggris menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka telah kehabisan alat uji aliran lateral (LFT). Selama dua hari berturut-turut, situs web pemerintah kadang-kadang menunjukkan bahwa tes PCR tidak tersedia di beberapa bagian negara, seperti Hartlepool.

Wes Streeting selaku Shadow Health Secretary mengatakan permintaan Johnson kepada orang-orang untuk mengambil tes arus lateral ketika ada kekurangan menunjukkan "ketidakmampuan yang spektakuler".

"Selamat kepada Boris Johnson yang telah berhasil tampil di televisi hari ini dan mendesak masyarakat untuk melakukan tes ketika masyarakat kesulitan mengaksesnya," ujarnya. "Orang-orang mencoba melakukan hal yang benar, mengikuti saran pemerintah sendiri, dan menguji diri mereka sendiri secara teratur, tetapi dicegah oleh ketidakmampuan pemerintah Konservatif."

Pernyataan PM Johnsin tentang uji COVID-19 telah disampaikan juga oleh menteri lain. Di antaranya adalah Sekretaris Kesehatan Sajid Javid dan Menteri Kesehatan Gillian Keegan yang menyarankan orang-orang untuk melakukan tes COVID-19 sebelum keluar merayakan Malam Tahun Baru.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts