200 Warga Tokyo Dilarikan ke Rumah Sakit Gegara Salju Tebal
AFP
Dunia

Tokyo pusat mencatat ketinggian salju hingga 10 cm. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas terganggu dengan suhu di sana turun hingga minus 3,5 derajat Celsius di pusat ibu kota.

WowKeren - Selama kurun waktu Kamis (6/1) hingga Jumat (7/1), lebih dari 200 warga Tokyo telah dilarikan ke rumah sakit usai mereka terpeleset dan terjatuh karena es dan salju yang ada di jalanan. Ini terjadi ketika ibu kota Jepang itu mengalami hujan salju lebat pertama dalam empat tahun terakhir.

Pada kamis malam, Tokyo pusat mencatat ketinggian salju hingga 10 cm. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas terganggu hingga Jumat. Suhu di sana turun hingga minus 3,5 derajat Celsius di wilayah pusat ibu kota pada Jumat pagi, 1,8 derajat Celsius lebih rendah dari hari sebelumnya.

Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo mengatakan jika sebanyak 215 orang berusia antara 9 dan 97 dibawa ke rumah sakit di ibu kota setelah jatuh. Pada Jumat pagi, tercatat ada 77 kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh salju hingga menyebabkan cedera.

Akibat salju yang lebat, tak hanya jalan tol di Tokyo dan sekitarnya yang tutup, namun juga sembilan penerbangan yang dioperasikan oleh All Nippon Airways yang berangkat dari atau tiba di bandara Haneda terpaksa dibatalkan.


Di Metropolitan Expressway, hujan salju membuat 100 kendaraan terjebak di Jembatan Gerbang Tokyo pada satu titik. Jembatan Pelangi, objek wisata utama di ibu kota, tetap ditutup Jumat pagi.

Salju juga tampaknya berpotensi menyebabkan kecelakaan dengan laporan yang menyebutkan empat pria di Prefektur Saitama mengalami luka ringan akibat kecelakaan yang melibatkan lima truk di Kasukabe. Polisi setempat menduga itu disebabkan oleh jalan yang tertutup es.

Di Prefektur Ibaraki, timur laut Tokyo, 346 kecelakaan lalu lintas telah terjadi pada Jumat pagi karena salju dan es di jalan, kata polisi. "Sulit untuk berjalan karena jalan di sekitar rumah saya juga beku. Saya berharap saya bisa bekerja dari jarak jauh hari ini," kata seorang penduduk melansir Kyodo News.

Sedangkan pria asal Yokohama mengatakan, "Butuh waktu lebih lama dari biasanya untuk pulang-pergi karena bus saya terlambat."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait