Khairy Jamaluddin selaku Menteri Kesehatan menyebut Malaysia tak mampu memberlakukan lockdown untuk pencegahan COVID-19. Khairy menyebut 2 aspek yang jadi penyebabnya.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 10 Januari 2022 - 15:49 WIB
WowKeren - Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin mengungkap pendapatnya mengenai wacana lockdown di negaranya. Menurut pendapat Khairy Jamaluddin, Malaysia tidak mampu baik dalam aspek ekonomi maupun kesejahteraan, untuk menerapkan lockdown agar menekan penyebaran COVID19.
"Tidak dinafikan pendekatan China (untuk menegakkan lockdown) berkesan. Namun strategi mereka iaitu ‘containment’ atau ‘zero COVID’ bermaksud total lockdown bila ada hanya tiga kes positif. Malaysia tidak mampu dari segi ekonomi & kebajikan rakyat untuk lockdown," tulis Khairy Jamaluddin di Twittier pada Minggu (9/1) kemarin.
Khairy Jamaluddin mengatakan bahwa di sisi lain, rencana pemerintah untuk menahan pandemi adalah dengan menerapkan strategi mitigasi. "Strategi kita ‘mitigation'," tegas Khairy Jamaluddin.
Dalam cuitannya, Khairy juga melampirkan tangkapan layar sebuah laporan berita berjudul "Yuzhou: Kota Kedua Tiongkok yang Dipaksa Mengunci Covid".
Pernyataan Khairy itu pun mengundang beragam tanggapan. "You are right. we cannot afford another lockdown," tulis @pandxxxx. "Do both. contain and mitigate becuade if we dont contain..it will just get worse," pungkas @sandxxxx.
Khairy juga menyebut bahwa jumlah penggunaan unit perawatan intensif dan rawat inap di Malaysia telah berhasil dukurangi. Hal itu mengikuti suksesnya capaian tingkat vaksinasi yang tinggi, pengelolaan kasus COVID-19 secara efektif serta terus mengingatkan masyarakat untuk terus mematuhi prosedur operasi standar untuk memastikan tingkat kematian.
Sementara itu, Khary Jamalludin juga menyampaikan dukungan penuh kepada Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah untuk melanjutkan tugasnya sebagai Dirjen Kesehatan.
Tanggapan tersebut mengikuti pernyataan anggota parlemen Bintulu Datuk Seri Tiong King Sing di Facebook hari ini yang mempertanyakan latar belakang dan keahlian Dr Noor Hisham sebagai ahli bedah dan bukan di bidang kesehatan masyarakat.
(wk/amel)