Marah dan Frustrasi, Mahasiswa Muslim di NTU Keluhkan Terbatasnya Pilihan Makanan Halal di Kampus
Dunia

Masalah ketersediaan makanan halal di NTU Singapura nyatanya sudah lama dirasakan mahasiswa muslim. Lantas, bagaimana tanggapan pihak Universitas mengenai masalah tersebut?

WowKeren - Sejak lama, para mahasiswa muslim di NTU (Nanyang Technological University) mengeluhkan kondisi makanan halal di kampus mereka. Keluhan itu pun telah banyak ditulis para mahasiswa lewat postingan di akun Facebook NTU Confessions yang mengacu pada kurangnya pilihan makanan halal di kampus.

Menurut NTU/NIE Muslim Society, ada 30 pilihan makanan halal yang tersebar di seluruh kampus. Jika orang berpikir bahwa itu mungkin adalah jumlah yang layak, maka tidak benar. Pasalnya hampir setengahnya adalah restoran cepat saji, supermarket, toko serba ada, dan mesin penjual otomatis.

Aksesibilitas juga menjadi masalah. Dengan luas 200 hektar, NTU memiliki kampus universitas terbesar di Singapura. Meskipun ada bus yang melewati sekolah, beberapa area di sekolah memiliki sedikit bahkan tidak ada pilihan makanan halal sama sekali.

Berdasarkan postingan itu, baik pihak sekolah maupun Himpunan Mahasiswa NTU mengetahui isu tersebut. Namun selama ini, mahasiswa terdampak merasa masih belum banyak solusi yang dilakukan.

“Kami merasa marah dan frustrasi karena sangat tidak nyaman untuk menemukan makanan halal yang baik dan murah,” kata Siti Nurhalizah (22), mahasiswa tahun ketiga jurusan Sosiologi.


Haikal (26), mahasiswa tahun keempat jurusan Ilmu dan Manajemen Olah Raga mengatakan bahwa pilihan di aula sangat terbatas. Meskipun dia tidak keberatan dengan makanan yang tersedia, Haikal menambahkan, "Itu akan berulang setelah beberapa saat. Bayangkan makan makanan yang sama untuk makan malam selama empat tahun," ungkapnya.

Haikal mengatakan bahwa seniornya telah melaporkan masalah ini kepada pihak kampus bahkan sebelum dia mulai di NTU. Tapi nyatanya hingga kini masalah tersebut belum juga terselesaikan.

Saat dihubungi, juru bicara dari Kantor Layanan Komersial dan Bantuan sekolah mengatakan bahwa mereka telah menanggapi kebutuhan makanan komunitas kampus dan secara teratur melibatkan siswa tentang masalah tersebut. Namun, juru bicara juga menunjukkan bahwa vendor potensial juga melihat kelayakan bisnis sebelum mendirikan toko di NTU.

Juru bicara itu menambahkan bahwa 7 outlet yang ada dan yang baru sedang dalam proses mendapatkan atau akan mengajukan sertifikasi halal. Tersedia pula sejumlah mesin penjual makanan bersertifikat halal yang menyajikan berbagai sandwich dan hidangan untuk dibawa pulang.

“Kami akan terus mendorong operator makanan untuk mendapatkan sertifikasi halal jika memungkinkan. Kami juga bekerja sama dengan 11 kios tanpa babi tanpa lemak babi di seluruh kampus untuk mendorong mereka mengajukan sertifikasi halal secara progresif, sehingga lebih banyak pelanggan dapat memperoleh manfaat dari penawaran mereka," pungkas mereka.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts