Interaksi Warga dan Wisatawan di Bali Tinggi, Gubernur Klaim Tidak Ada Kasus Omicron
AFP/Sonny Tumbelaka
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Gubernur Bali menyatakan wilayahnya masih aman dari penyebaran COVID-19 varian Omicron. Meski begitu, Wayan tetap mewaspadai tingginya tingkat interaksi warga dengan para wisatawan.

WowKeren - Aktivitas pariwisata di Bali masih terbilang tinggi di tengah ancaman Omicron. Para wisatawan pun mayoritas datang dari Jawa. Interaksi antara warga Bali dan para wisatawan yang bisa menjadi salah satu akses penularan COVID-19 pun tentunya tak bisa dihindari.

Namun, Gubernur Bali, Wayan Koster mengklaim Virus Corona varian Omicron belum masuk ke wilayahnya meski interaksi warga lokal dengan wisatawan tinggi.

"Mudah-mudahan tidak ada karena sampai saat ini tidak ada. Karena sampai saat ini belum ditemukan. Tapi itu kan itu bisa terjadi namanya juga virus pasti ada," kata Wayan saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Rabu (12/1).

Wayan Koster juga mengungkap bahwa dalam tiga bulan terakhir kasus COVID-19 di Bali masih kecil meski tingkat interaksi warga dan wisatawan tinggi. Karena itu, Wayan pun berharap ke depannya hal tersebut bisa dipertahankan.

"Interaksi masyarakat luar Bali dengan Bali terutama para pengunjung dari Jawa datang ke Bali interaksinya cukup tinggi. Tapi, astungkara (semoga terjadi atas kehendak-Nya) kasus tidak meningkat rata-rata kasus hariannya itu sampai hari ini masih empat orang per hari (itu) kecil," ungkap Wayan Koster.


"Yang sembuh itu rata-rata 11 orang per hari. Kalau kumulatif yang sembuh itu sudah mencapai 96,4 persen, tinggi sekali. Dan yang meninggal jarang sekali, kebanyakan nol dalam satu hari. Kasus aktifnya juga stabil pada angka dua digit, di rumah sakit itu sekitar 40 (orang kasus aktif) itu lain ada di isolasi terpusat," lanjutnya.

Meski begitu, Wayan Koster menyebut tak akan mengendurkan kewaspadaan. Pihaknya akan tetap melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk Bali.

"Protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat sesuai arahan Pemerintah Pusat. Aturannya sudah ketat tinggal melaksanakannya dengan tertib," kata Koster.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya berharap pengetatan di pintu-pintu masuk itu mampu mendeteksi masuknya Omicron.

"Kita berharap dengan pengetatan-pengetatan di pintu masuk dengan penggunaan Aplikasi PeduliLindungi untuk pengetatan protokol kesehatan, astungkara tidak sampai dengan adanya Omicron," pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts