Mulai April, Turis yang Datang ke Thailand Bakal Dikenai Tarif Khusus Pelancong
AFP
Dunia
Efek Corona untuk Pariwisata

Juru bicara pemerintah Thailand Thanakorn Wangboonkongchana mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa biaya tambahan itu akan dimasukkan ke dalam tiket pesawat.

WowKeren - Thailand merupakan salah satu negara yang menjadi destinasi wisata favorit di Asia Tenggara. Namun sayangnya, pandemi yang menghantam membuat sektor wisata di negara ini babak belur.

Tak ayal, pemerintah terus berusaha untuk melakukan segala upaya untuk memulihkan kembali sektor ini. Namun, di tengah upaya pemerintah untuk memikat kembali pelancong untuk datang ke negara itu, Thailand justru memperkenalkan kebijakan baru.

Mulai April, turis yang berkunjung ke sana akan dikenai biaya tambahan sebesar 300 baht atau sekitar 129.000 rupiah. Hal tersebut sebagaimana diumumkan oleh pejabat setempat pada Rabu (12/1).

Sebagaimana diketahui, Thailand telah memberlakukan aturan masuk yang ketat untuk membendung pandemi yang menghantam sektor wisata. Hal itu berkontribusi pada kinerja ekonomi yang memburuk. Sebelum pandemi menyerang, ada sekitar 40 juta turis yang datang ke Thailand setiap tahunnya.


Juru bicara pemerintah Thanakorn Wangboonkongchana mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa biaya tambahan itu akan dimasukkan ke dalam tiket pesawat. Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand Yuthasak Supasorn mengatakan kepada AFP bahwa biaya tambahan itu akan digunakan untuk kepentingan turis itu sendiri.

"Pendapatan akan digunakan untuk perlindungan asuransi turis asing," ujarnya. "Dan perbaikan infrastruktur untuk pariwisata berkelanjutan."

Pada 2022 ini diperkirakan lima juta turis asing akan memasuki Thailand, dengan catatan pola perjalanan yang tetap sama seperti saat ini, menurut kementerian. Jumlah ini tentu sangat jauh jika dibandingkan dengan angka 40 juta sebelumnya. Namun jika kedatangan dari Tiongkok, India, dan negara-negara tetangga mulai membaik, jumlah itu bisa meningkat menjadi 15 juta pengunjung.

Sementara itu, Thailand sendiri telah melonggarkan aturan masuknya menjelang akhir 2021. Negara ini berniat untuk memulai kembali pariwisatanya. Namun, varian omicron yang menyebar memaksa pemerintah untuk mengubah peraturan lagi.

(wk/zodi)


You can share this post!

Related Posts