Jurnalis Wanita Muslim Ini Buka Suara Usai Jadi Korban Aplikasi Lelang Online di India
AFP
Dunia

Sejumlah wanita muslim berpengaruh di India ikut menjadi korban yang fotonya dibagikan di aplikasi lelang online. Seorang jurnalis wanita muslim yang jadi korban pun buka suara.

WowKeren - Sejumlah foto wanita muslim yang beredar di aplikasi online "Bulli Bai" sukses menimbulkan keresahan. Pasalnya, foto-foto tersebut dibagikan untuk dilelang secara online. Salah satu wanita muslim asal India pun mengaku telah menjadi korban.

Wanita yang namanya disamarkan menjadi Nadia itu memutuskan untuk buka suara. Nadia mengaku tak terkejut saat mengetahui bahwa dia telah disiapkan untuk pelelangan palsu online tersebut.

“Akan mengejutkan bagi saya jika Anda memberi tahu saya bahwa aplikasi atau pasar seperti itu tidak ada,” kata Nadia, yang namanya diubah karena masalah keamanan, kepada VICE World News.

Sebagai seorang jurnalis Muslim wanita dari Kashmir yang dikelola India, Nadia mengalami diskriminasi dan pelecehan terus-menerus. Baik secara online maupun dalam kehidupan sehari-harinya. bahkan, aksi pelecehan yang ia terima setiap hari membuat Nadia menjadi "kebal".



“Jika Anda mencoba memahami interseksionalitas saya, Anda akan melihat tingkat pelecehan yang saya hadapi dan bagaimana saya menjadi kebal terhadapnya. Kami telah menjadi korban untuk waktu yang sangat lama dari fetisisasi dan nafsu dendam yang berasal dari kebencian dan kami telah menyadari hal ini sejak masa kanak-kanak kami," pungkas Nadia.

Di India, eksotikisasi dan fetisisasi wanita Muslim sebagai objek seksual lakukan oleh ekstremis Hindu sebagai cara untuk mempermalukan dan mengendalikan 204 juta populasi Muslim di negara tersebut. Dimana Muslim merupakan 15 persen dari total populasi yang mencapai 1,4 miliar lebih.

Aplikasi yang dikenal sebagai “Bulli Bai” ini mengomodifikasi wanita Muslim yang vokal dan berpengaruh seperti Nadia dengan memposting foto mereka seolah-olah sedang dilelang untuk penjualan virtual, brsama dengan tautan ke akun media sosial mereka. Lelang palsu online itu dibagikan secara luas dan telah mendaftarkan sekitar 100 jurnalis, aktivis, dan politisi. Bahkan termasuk aktris Bollywood, ibu dari seorang siswa yang hilang, bahkan pemenang hadiah Nobel Pakistan, Malala Yousafzai.

Meskipun lelang itu tidak nyata, tujuannya adalah untuk menodai dan merendahkan perempuan Muslim, banyak dari mereka telah berbicara menentang meningkatnya tren nasionalisme Hindu dan kebencian anti-Muslim di bawah pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Narendra Modi.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts