Olimpiade Beijing 2022 Dimulai 3 Minggu Lagi, Aturan Soal Penonton Belum Diputuskan
Nasional
Olimpiade Beijing 2022

Menurut laporan Inside the Games, Pierre Ducrey selaku Direktur Operasi Olimpiade IOC mengatakan mereka masih menunggu kabar dari pejabat Tiongkok terkait hal ini.

WowKeren - Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 siap digelar pada 4 hingga 20 Februari 2022 mendatang. Namun hingga saat ini, Komite Olimpiade Internasional (IOC) masih menunggu keputusan dari Beijing terkait aturan penonton di Olimpiade Musim Dingin 2022.

Menurut laporan Inside the Games, Pierre Ducrey selaku Direktur Operasi Olimpiade IOC mengatakan mereka masih menunggu kabar dari pejabat Tiongkok. Diketahui, Olimpiade Beijing 2022 akan menerapkan "sistem manajemen loop tertutup" dimana semua peserta, termasuk sukarelawan, ofisial, dan atlet akan berada di dalam skenario bubble di setiap venue dan infrastruktur yang menyertainya.

"Mengenai keadaan di mana para penggemar dapat datang ke venue dan bagaimana ini akan berlangsung, saya akan merujuk ke Panitia Penyelenggara," kata Ducrey. "Belum ada keputusan saat ini."

IOC telah menyatakan bahwa mereka yakin Olimpiade Beijing 2022 tidak akan menghasilkan lonjakan kasus. Beijing bahkan telah merilis sejumlah buku pedoman tentang bagaimana mereka akan memerangi potensi penyebaran COVID-19 di Olimpiade, yang mencakup langkah-langkah yang sangat ketat dan pengujian harian untuk para atlet.


Menurut Durcey, sekitar 1.000 orang telah memasuki sistem loop tertutup Olimpiade Beijing sejak pertama kali didirikan pada awal Januari lalu. Meski demikian, belum ada penggemar lokal yang diketahui akan memasuki sistem tersebut untuk menonton Olimpiade secara langsung.

"Loop ini sangat aman dan merupakan tempat yang sangat sulit dibandingkan dengan tempat mana pun di dunia karena kami memiliki populasi yang divaksinasi penuh dan sering kali booster yang diuji setiap hari dengan PCR," ujar Ducrey dari Tiongkok. "Kami berada di tempat yang aman dan perilaku masyarakat dipahami dan diterapkan dengan sangat baik."

Di sisi lain, Tiongkok kini tengah memerangi beberapa wabah COVID-19 hanya beberapa minggu sebelum pelaksanaan Olimpiade Beijing 2022. Dengan keberhasilan Olimpiade dan martabat nasional Tiongkok yang dipertaruhkan, Beijing lantas menggandakan kebijakan COVID-19 "tanpa toleransi".

Menurut Direktur Riset di Tokyo Foundation for Policy Research, Kenji Shibuya, sistem bubble Olimpiade Beijing lebih ketat daripada Olimpiade Tokyo yang telah terbukti sebagian besar efektif dalam menghentikan penularan. Namun Beijing kini menghadapi risiko yang berpotensi lebih besar karena adanya Varian Omicron yang lebih menular diduga mahir "menghindari" perlindungan vaksin.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts