Thailand Tegaskan Tak Akan Tutup Sekolah dengan Kasus COVID-19: Sudah Ada Langkah Pengendalian
AP/Sakchai Lalit
Dunia
Sekolah di Tengah Corona

Sumanee Wacharasin, direktur komunikasi bahaya Departemen Pengendalian Penyakit kementerian, mengatakan bahwa hampir semua sekolah telah lulus evaluasi pengendalian COVID-19.

WowKeren - Lonjakan infeksi COVID-19 yang dilaporkan di sejumlah wilayah turut mengancam pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah. Namun, Kementerian Kesehatan Thailand pada Rabu (12/1) mengatakan bahwa langkah untuk menutup sekolah secara menyeluruh jika terdapat kasus COVID-19 masih belum diperlukan.

Pasalnya, sebagian besar sekolah sudah memiliki langkah-langkah pengendalian untuk menghentikan penyebaran infeksi. Sumanee Wacharasin, direktur komunikasi bahaya Departemen Pengendalian Penyakit kementerian, mengatakan bahwa hampir semua sekolah telah lulus evaluasi pengendalian COVID-19.

Hingga Selasa (11/1), sudah ada 95 persen siswa berusia 12 tahun atau lebih telah menerima suntikan vaksin COVID-19 pertama mereka. Sedangkan 70 persen telah divaksinasi lengkap.

Para staf juga telah mendapatkan vaksin. Manajemen sekolah telah menyiapkan langkah-langkah respons COVID-19, termasuk penutupan sementara ruang kelas individu di mana infeksi ditemukan.


Oleh sebab itu, Sumanee mengatakan bahwa tidak perlu menutup sekolah secara menyeluruh terlepas berapa jumlah kasusnya. Sebab menurutnya, jika sekolah ditutup hal itu juga akan merugikan siswa dalam segi pendidikan mengingat pembelajaran telah terganggu sejak pandemi menyebar pada 2020 lalu.

"Dalam keadaan seperti ini, tidak perlu menutup sekolah sepenuhnya karena infeksi COVID-19, terlepas dari jumlah kasusnya," ujarnya. "Penutupan akan memengaruhi pendidikan siswa yang studinya telah terganggu secara serius selama dua tahun terakhir."

Mengenai vaksinasi anak usia 5-11 tahun, pemerintah telah memesan vaksin mRNA Pfizer yang dibuat khusus untuk anak-anak. Vaksin ini akan tiba akhir bulan ini atau bulan depan. Vaksinasi akan dimulai pada anak berusia 11 tahun lalu akan dilanjutkan dengan yang lebih muda dalam urutan usia yang menurun.

Dari 26 Desember hingga 1 Januari, infeksi terbanyak di antara orang berusia 6-18 tahun berada di Bangkok, diikuti Chon Buri, Ubon Ratchathani, Samut Prakan, dan daerah lainnya. Pada hari Selasa klaster COVID-19 baru dilaporkan di sekolah-sekolah di tiga provinsi, enam kasus di Chanthaburi, lima di Bangkok dan dua di Nonthaburi. Penyebab paling umum infeksi di kalangan anak muda adalah kontak dengan orang yang terinfeksi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts