Harga Daging Babi Melonjak, Warga Thailand Beralih Konsumsi Buaya
Dunia

Naiknya harga babi juga dipengaruhi oleh penyebaran virus flu babi Afrika yang menyebabkan kelangkaan pada persediaan daging babi mendorong orang untuk mencari alternatif lain.

WowKeren - Penduduk Thailand tampaknya mulai mencari alternatif lain ketika harga daging babi merangkak naik. Harga daging babi yang melonjak ke seluruh negeri membuat orang-orang mencari alternatif lain untuk daging.

Dan pilihan itu jatuh ke hewan reptil yang ada di sungai-sungai, buaya. Naiknya harga babi juga dipengaruhi oleh penyebaran virus flu babi Afrika yang menyebabkan kelangkaan pada persediaan daging babi. Alhasil ketika harga daging babi ini melambung tinggi maka orang berusaha beralih ke sumber daging dan protein alternatif.

Sebuah postingan di Facebook pada Senin (10/1) menerima hampir 2.000 komentar dan lebih dari 4.000 Likes ketika sebuah peternakan buaya menawarkan daging dari reptil raksasa mereka seharga 70 baht untuk satu kilogram. Harga ini jauh lebih murah dibanding harga daging babi.


Dengan harga babi yang melonjak tinggi hingga lebih dari 200 baht per kilogram, orang-orang mulai tertarik untuk mencicipi daging buaya. Meskipun dianggap sebagai daging yang agak eksotis, stik daging buaya sering ditemukan dipanggang di pasar makanan, terutama di daerah turis.

Sejumlah orang menilai bahwa rasa daging buaya mirip ayam. Menurut mereka, daging buaya tinggi protein dan menjadikannya sebagai pilihan terjangkau untuk saat ini, ketika daging babi mulai melonjak.

Peternakan buaya lain di seluruh negeri, termasuk satu di provinsi Nakhon Pathom di Bangkok, telah mengindikasikan bahwa mereka menerima peningkatan minat terhadap daging buaya. Banyak pelanggan yang mencari buaya sebagai pengganti produk daging babi yang lebih murah. Melansir Bangkok Post, tren ini dapat berlanjut jika harga daging babi tetap tinggi atau bahkan melonjak lebih tinggi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts