Molnupiravir Masuk Paket Obat COVID-19 untuk Pasien Isolasi Mandiri, Diberi Gratis?
AP Photo
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadiki memastikan pil COVID-19 yang dikembangkan Merck, Molnupiravir, akan masuk di paket obat untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri.

WowKeren - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menurunkan izin penggunaan Molnupiravir untuk mengobati pasien COVID-19. Baik BPOM dan Kementerian Kesehatan mendorong agar Indonesia bisa memproduksi sendiri antivirus COVID-19 yang dikembangkan Merck tersebut.

Menkes Budi Gunadi Sadikin pun memastikan bahwa Molnupiravir akan didistribusikan seefektif mungkin, termasuk dimasukkan ke paket obat untuk pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Dengan demikian ada dua jenis antivirus di sini, yakni Favipiravir dan Molnupiravir.

"Molnupiravir sudah kita putuskan, (setelah) bicara dengan 5 organisasi profesi," tutur Budi Gunadi setelah meninjau ketersediaan obat COVID-19 di PT Amarox Pharma Global, Kabupaten Bekasi pada Jumat (14/1). "Dan akan masuk dalam paket obat COVID-19 yang isolasi (pasien COVID-19)."

Kelima organisasi yang dimaksud termasuk Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). "Paket obatnya, ada vitamin dan antivirus. Jadi, antivirusnya bisa Favipiravir atau Molnupiravir, sedangkan vitaminnya C dan D," kata Budi Gunadi.


"Kita sudah keluarkan Tata Laksana Keputusan Pasien COVID-19. Itu kan didiskusikan dulu dengan organisasi profesi, asosiasi dokter paru (PDPI). Sudah keluar dan kita terbitkan, ya sudah siap (Molnupiravir digunakan)," sambungnya.

Lantas apakah paket obat COVID-19 tersebut akan dibagikan gratis kepada pasien? Meski tak secara spesifik menjelaskan paket obat yang mengandung Molnupiravir, sebelumnya Budi Gunadi sempat menyebut bahwa paket obat COVID-19 untuk pasien isolasi mandiri akan diberikan gratis.

Hal ini sejalan dengan niat pemerintah untuk memperkuat pelayanan pasien COVID-19 via telemedicine. "Jadi yang positif itu dihubungi melalui WA (aplikasi WhatsApp) lalu dia mesti pilih telemedisinnya," ungkap Budi Gunadi usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (10/1)."

"anti diberikan konsultasinya gratis, kalau dari hasil konsultasi perlu obat nanti obatnya dikirim," imbuh mantan Wakil Menteri BUMN tersebut. "Obatnya juga gratis tapi kalau ternyata tidak perlu obat ya sudah di rumah saja."

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts