Thailand Mau Pakai Teknologi AI Cegah Penyalahgunaan Dana Bantuan Pemerintah
pixabay.com/Ilustrasi/pixabay.com/PTLlab
Dunia

Pemerintah Thailand ingin bahwa kartu kesejahteraan yang diberikan tahun ini ditujukan untuk mereka yang berpenghasilan rendah dan juga memenuhi syarat.

WowKeren - Pemerintah Thailand berencana untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam memberikan dana bantuan kepada warganya. Saat babak baru pendaftaran akan dimulai, Kementerian Keuangan berencana menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk memastikan bahwa kartu kesejahteraan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Pemerintah ingin bahwa kartu kesejahteraan yang diberikan tahun ini ditujukan untuk mereka yang berpenghasilan rendah dan juga memenuhi syarat. Dengan kata lain, AI dimaksudkan untuk menghindari penyalahgunaan dana. Kementerian ingin mengurangi penipuan dan menjaga agar uang bantuan keuangan yang mendesak tidak mengalir ke mereka yang tidak membutuhkan dengan mengorbankan mereka yang membutuhkan.

Terkait sistem kerjanya, AI akan menghubungkan sistem beberapa lembaga negara untuk melakukan verifikasi real-time dari siapa saja yang mengajukan kesejahteraan negara. Dengan mengaitkan dan melakukan rujuk silang ke semua lembaga maka proses menyaring pelamar akan lebih mudah dilakukan, sebagaimana dikatakan oleh Wakil Menteri Keuangan.


Dengan begitu, pelamar yang tidak memenuhi syarat tidak akan masuk ke dalam daftar penerima manfaat. Sebagaimana diketahui, kartu kesejahteraan negara hanya diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan rendah tanpa tabungan yang signifikan untuk menopang mereka di masa sulit.

Tentu saja, untuk mengajukan ini seseorang harus memenuhi syarat, misalnya pemohon tidak boleh memiliki tabungan lebih dari 100.000 baht dan manfaat berjenjang didasarkan pada pendapatan kurang dari 100.000 baht per tahun. Jumlahnya pun juga bervariasi tergantung penghasilan masing-masing.

Mereka yang berpenghasilan antara 30.000 baht dan 100.000 baht per tahun berhak menerima suplemen bulanan 200 baht dari pemerintah. Pembayaran setiap bulan dinaikkan menjadi 300 baht bagi mereka yang berpenghasilan di bawah 30.000 baht per tahun.

300 baht mungkin tidak banyak bagi banyak orang, tetapi bagi mereka yang berpenghasilan terendah, setidaknya itu adalah 12 persen dari pendapatan bulanan mereka. Wakil Menteri Keuangan memperkirakan akan ada sekitar 14 hingga 15 juta orang akan mendaftar dan memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat tersebut tahun ini.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts