Belum Ada Aturan Jelas, Investor Keranjingan NFT di AS Terancam Tagihan Pajak Membengkak
pixabay.com/Ilustrasi/stevepb
Dunia
Fenomena NFT

Pengaturan tentang token pajak masih belum jelas. Bahkan para pejabat di seluruh pemerintah AS tengah mengarahkan fokus mereka pada industri yang tengah berkembang pesat ini.

WowKeren - Ghozali Everyday masih ramai menjadi pembicaraan publik di Tanah Air. Betapa tidak, ia berhasil meraup cuan hingga lebih dari 1 miliar rupiah usai menjual foto-fotonya dalam bentuk non fungible token (NFT).

NFT ini pun belakangan kian banyak diminati karena dinilai memang menggiurkan. Namun di lain sisi, pengaturan tentang pajak token juga masih belum jelas. Bahkan para pejabat di seluruh pemerintah AS tengah mengarahkan fokus mereka pada industri yang tengah berkembang pesat ini.

Belum adanya aturan yang jelas membuat kolektor NFT berebut untuk menghitung berapa banyak mereka berutang. Tidak menutup kemungkinan, investor yang menggemari NFT belum sadar bahwa mereka perlu membayar pajak atau harus mengajukan lebih dari sekali setahun.

Yang mana, hal itu meningkatkan kemungkinan mereka akan menghadapi hukuman. Pengacara pajak yang berbasis di San Francisco, James Creech, mengatakan bahwa setiap orang wajib melaporkan keuntungan yang didapat. Meski IRS gagal memberikan panduan bukan berarti mereka boleh tidak membayar pajak. IRS merupakan Internal Revenue Service yang menangani penghindar pajak.


"Anda tidak boleh tidak melaporkan keuntungan atau kerugian karena IRS telah gagal memberikan panduan yang memenuhi harapan Anda," ujarnya melansir Al Jazeera. "Semakin sulit bagi orang untuk mendapatkan kesimpulan yang masuk akal, semakin mudah untuk mengabaikannya."

Ada pertanyaan tentang apakah token harus dikenakan pajak seperti "barang koleksi" seni. Selain itu, sulit untuk menghitung dengan tepat berapa banyak pajak yang terutang. Arthur Teller, chief operating officer di TokenTax, memperkirakan total tagihan pajak NFT bisa mencapai miliaran dolar.

"Kami selanjutnya mungkin akan melihat masuknya potensi penghindaran pajak jenis NFT," kata Jarod Koopman, penjabat direktur eksekutif layanan cyber dan forensik di divisi investigasi kriminal IRS. "Atau kasus penghindaran pajak aset kripto lainnya yang datang."

Adam Hollander, investor NFT dan pencipta koleksi "Hungry Wolves" mengakui bahwa ia telah menghabiskan 50 jam untuk menyisir transaksi yang pernah ia lakukan selama berbulan-bulan. "Ini benar-benar mimpi buruk," ujarnya.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts