Korea Utara Tembakkan 2 Rudal Balistik Demi Protes Sanksi yang Dijatuhkan AS
Flickr/soldiersmediacenter
Dunia

Korea Utara menyuarakan ketidaksetujuan mereka dengan sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat kepada negaranya. Tak lama setelahnya, Korut dilaporkan menembakkan rudal balistik.

WowKeren - Aktivitas militer Korea Utara terus menjadi sorotan dunia. Pasalnya baru-baru ini sejumlah negara menyuarakan kekhawatiran atas peluncuran rudal balistik milik Korut.

Aktivitas itu yang membuat Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Korut. Namun sanksi tersebut rupanya malah ditanggapi dengan balasan berupa peluncuran dua roket balistik pada Jumat (14/1).

Peluncuran ini otomatis menjadi yang ketiga kalinya dalam kurun waktu kurang dari dua pekan. Peluncuran rudal ini juga bertepatan dengan sikap mereka yang mengutuk sanksi yang diberikan AS.

Pasukan Pengamanan Korea Selatan langsung menggelar rapat darurat terkait aktivitas militer Korut ini. Mereka sangat menyayangkan Korut yang nekat mengujicoba peluncuran rudal tersebut dan mendesak Pyongyang untuk kembali menjalin komunikasi via telepon.


"Sangat patut dipahami bahwa aksi Korea Utara meluncurkan sejumlah uji coba rudal sama sekali tidak membantu menstabilkan situasi di Semenanjung Korea di masa-masa penting seperti ini," imbuh Korsel dalam pernyataan resminya, Jumat (14/1)l, "Kami mendesak Korea Utara untuk kembali merespons panggilan dialog kami."

Korsel sendiri menduga rudal yang ditembakkan adalah rudal balistik jarak pendek (SRBMs) yang diluncurkan ke arah timur Uiju, sebuah provinsi di utara Korut. Sedangkan penjaga pantai Jepang menduga bahwa yang ditembakkan Korut di dekat perbatasan dengan Tiongkok tersebut adalah rudal balisitk.

Rudal ini diperkirakan tiba di laut bagian luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, demikian disampaikan oleh NHK. "Aksi Korut, termasuk menembakkan rudal balistik secara berulang adalah ancaman untuk bangsa dan daerah kita dan mereka juga isu yang sangat penting untuk masyarakat internasional," jelas Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno.

Sementara AS yang sejatinya menjadi "sasaran serangan" mengklaim bahwa penembakan rudal tidak memberikan ancaman, baik bagi negara mereka maupun negara-negara sekutu lainnya. "(Aksi itu malah) memberi dampak tidak stabil terhadap program-program persenjataan Korut," tegas Pusat Komando Pangkal MIliter AS untuk Indo-Pasifik, dikutip dari Malay Mail, Sabtu (18/1).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts