Truk Kecelakaan Hingga Terguling di Filipina, 12 Orang Tewas
Dunia

Truk tersebut mengangkut sejumlah orang yang memiliki agenda berkunjung ke resort tepi pantai di Pulau Mindanao, Filipina. Nahas truk terguling, menyebabkan 30 orang terluka.

WowKeren - Sebuah truk mengalami kecelakaan di daerah selatan Filipina. Setidaknya sebanyak 12 orang meninggal dunia dalam kecelakaan mengerikan tersebut, dengan lebih dari 30 orang lain dilaporkan terluka.

Mengutip CGTN, kendaraan tersebut bergerak menuju resort di tepi pantai di Pulau Mindanao pada Rabu (12/1). Hanya saja sopir truk tersebut kesulitan mengendalikan kendaraannya setelah terjadi kesalahan dalam pengereman. Alhasil truk tersebut bergerak tak terkendali di jalan turunan berkelok tersebut.

Melansir Rapplers, penyelidik mendapati sopir truk, Junryl Cagmat, kehilangan kontrol ketika berusaha mengerem di daerah menanjak dan berkelok di Kota Balingasag. Alhasil truk pun menabrak pohon, membuat truk terbalik dan menyebabkan penumpang terlempar ke bagian belakang.

Atas peristiwa itu, sebanyak 9 orang dinyatakan meninggal dunia di tempat. Kemudian korban jiwa yang lain meninggal dunia ketika dalam perawatan di rumah sakit, demikian dilaporkan stasiun radio DXCC pada Kamis (13/1).


Otoritas setempat menyatakan pemerintah pusat akan menanggung biaya rumah sakit para korban luka. Pasalnya kebanyakan dari korban tersebut merupakan kelompok masyarakat tidak mampu.

Sementara itu, sejumlah insiden terjadi beberapa waktu belakangan di Filiipina. Mulai dari bencana alam berupa topan rai hingga lonjakan kasus COVID-19 yang memicu diberlakukannya pembatasan ketat di Ibu Kota Manila.

Yang terbaru, pemerintah Filipina melarang masyarakat yang belum divaksinasi COVID-19 untuk mengakses layanan transportasi publik di Manila. Secara tegas pemerintah Filipina juga mengatur definisi masyarakat yang sudah divaksinasi penuh adalah yang sudah mendapat dosis kedua vaksin COVID-19 minimal dua pekan sebelum menggunakan kendaraan umum.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi laju penularan COVID-19 di antara masyarakat. Namun kebijakan Filipina juga mendapat kritikan keras, bahkan disebut sebagai regulasi "anti orang miskin".

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts