Visa Novak Djokovic Dibatalkan Lagi, Terancam Tak Bisa Ikut Australia Open Sampai 2024
Dunia

Australia kembali membatalkan visa untuk bintang tenis Novak Djokovic dengan kekhawatiran berbahaya untuk kesehatan komunitas. Hal ini berkaitan dengan statusnya yang belum divaksinasi COVID-19.

WowKeren - Australia kembali menangguhkan visa atlet tenis kenamaan dunia, Novak Djokovic. Kali ini Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke, yang memutuskan mencabut visa Djokovic.

"Hari ini saya menggunakan kuasa saya di bawah Undang-Undang Migrasi Nomor 133C(3) untuk membatalkan visa Tuan Novak Djokovic dengan pertimbangan kesehatan," tutur Hawke. "Dengan pertimbangan hal itu pula yang menjadi perhatian masyarakat luas."

Lewat UU ini, pemerintah Australia berhak untuk membatalkan visa pengunjung bahkan untuk tiga tahun lamanya. Pembatalan tidak jadi berlaku apabila mempengaruhi kepentingan Australia. Namun dengan kebijakan tersebut, ada potensi Djokovic tidak bisa mengikuti Australia Open sampai tahun 2024.

"Dalam membuat keputusan ini, saya sangat cermat mempertimbangkan informasi yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Perbatasan Australia, serta Tuan Djokovic," imbuh Hawke, dikutip dari UPI. "Pemerintahan Morrison tegas berkomitmen untuk melindungi perbatasan Australia, terutama terkait dengan pandemi COVID-19."


Kendati demikian, Australia sepakat untuk tidak mendeportasi Djokovic sampai masalah hukum yang dihadapinya selesai. Selain itu, pengacara pemerintah Stephen Lloyd juga menegaskan Djokovic tidak akan ditahan sebelum pihak Imigrasi mewawancarai sang bintang tenis secara mendetail.

Keputusan menunda deportasi ini juga disepakati oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Ia merujuk pada Australia yang sudah mencapai berbagai titik membanggakan terkait pengendalian COVID-19 dan sudah seharusnya pemerintah melindungi capaian tersebut.

"Warga Australia sudah membuat banyak pengorbanan selama pandemi dan mereka berhak meminta hasil kerja keras mereka dilindungi," tegas Morrison. "Inilah yang sedang menteri-menteri lakukan."

"Kebijakan pembatasan yang kuat telah menyelamatkan Australia selama pandemi COVID," imbuh Morrison, menekankan bahwa capaian itu tidak boleh sampai rusak. Morrison kemudian enggan menanggapi ketika pengacara Djokovic disebut siap mengajukan banding.

Sebagai informasi, drama visa Djokovic bermula ketika pemerintah Australia tidak mengizinkan sang bintang tenis masuk ke negaranya untuk berkompetisi di Australia Open 2022. Djokovic dilarang masuk ke Australia karena berstatus belum divaksinasi COVID-19, sebuah fakta yang sempat membuat sang bintang tenis dijadikan "pahlawan".

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts