BPOM Tambah Lagi Vaksin Booster COVID-19 'Mix and Match', Ada 2 Kombinasi
AFP/Mladen Antonov
Nasional
Vaksin COVID-19

Sebelumnya, BPOM telah mengeluarkan arahan atas pelaksanaan 'Mix and Match' vaksin booster COVID-19. Kini, BPOM tampaknya memberi arahan kembali mengenai hal tersebut.

WowKeren - Seperti yang diketahui, pemerintah telah melangsungkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster kepada masyarakat umum, sejak 12 Januari lalu. Adapun booster ini sendiri diberikan secara gratis.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan arahan kombinasi vaksin COVID-19 booster dengan vaksin dosis pertama dan kedua. Kini, BPOM kembali menambah arahan "Mix and Match" vaksin COVID-19 untuk booster.

Ada dua kombinasi booster heterolog yang ditambahkan oleh BPOM untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19. Kepala BPOM Penny K Lukito menuturkan bahwa vaksin booster heterolog yang telah mendapatkan persetujuan yakni Pfizer setengah dosis untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca.

Kemudian vaksin booster heterolog kedua adalah AstraZeneca setengah dosis untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh untuk vaksin primer Pfizer. Penny mengungkapkan penetapan vaksin yang digunakan dalam program tersebut telah merujuk pada vaksin COVID-19 yang telah disetujui sebelumnya.


"Penggunaan jenis vaksin di lapangan, dapat menyesuaikan berdasarkan pertimbangan ketersediaan, sepanjang masuk dalam persetujuan penggunaan yang telah diatur," tutur Penny dalam keterangan tertulis, Senin (17/1).

Dengan begitu, artinya bahwa warga yang telah mendapat dua dosis Sinovac bisa mendapatkan booster vaksin AstraZeneca atau Pfizer setengah dosis. Kemudian, untuk warga yang telah mendapat dua dosis vaksin AstraZeneca bisa disuntik setengah dosis Pfizer untuk booster.

Kemudian untuk masyarakat yang tekah mendapat dua dosis vaksin Pfizer, kata Penny, bisa disuntik booster satu dosis AstraZeneca. "Secara umum pemberian dosis booster vaksin Pfizer dengan vaksin primer Sinovac dapat ditoleransi baik reaksi lokal maupun sistemik," paparnya.

Sebelumnya, BPOM juga telah mengeluarkan izin penggunaan enam kombinasi vaksin untuk booster COVID-19. Empat di antaranya merupakan menggunakan vaksin homolog atau sama jenis dengan dua dosis sebelumnya, dan dua lainnya merupakan booster jenis heterolog atau berbeda jenis.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts