Kelahiran pada tahun 2021 tercatat berada di angka 10,62 sedangkan tahun lalu 12 juta. Angka itu disebut sebagai yang terendah di Tiongkok sejak tahun 1949 lalu.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 17 Januari 2022 - 14:32 WIB
WowKeren - Angka kelahiran di Tiongkok terus mengalami penurunan. Pada tahun 2021, negara itu mencatat tingkat kelahiran yang turun ke rekor terendah yakni di angka 7,52 per 1.000 orang.
Angka itu didapat dari data yang dikumpulkan oleh Biro Statistik Nasional, yang menunjukkannya pada hari Senin (17/1). Fenomena ini dinilai berpotensi mempercepat tren penurunan yang membuat Beijing tahun lalu mulai mengizinkan pasangan untuk memiliki hingga tiga anak.
Angka itu disebut sebagai yang terendah sejak tahun 1949 lalu, ketika badan tersebut pertama kali mengumpulkan data. Sedangkan tingkat pertumbuhan alami populasi Tiongkok hanya 0,034 persen untuk tahun 2021 di luar migrasi, yang mana jumlah ini juga terendah sejak 1960.
Kelahiran pada tahun 2021 tercatat berada di angka 10,62 sedangkan tahun lalu 12 juta. Sedangkan untuk tahun 2020, angka kelahiran berada di angka 8,52 per 1.000 orang.
Sebelumnya, Tiongkok telah memberlakukan kebijakan satu anak selama berpuluh-puluh tahun. Hingga kemudian pemerintah membatalkan kebijakan itu pada tahun 2016 lalu.
Menambah batas maksimal, pemerintah memperbolehkan penduduknya untuk memiliki anak maksimal dua orang. Langkah itu diambil dalam rangka untuk melawan populasi yang menua dengan cepat.
Namun rupanya, kebijakan pemerintah untuk memperbaiki populasi yang menua tidak sejalan dengan warganya. Tak sedikit pasangan yang justru tidak ingin memiliki banyak anak disebabkan karena tingginya biaya hidup di negara itu.
Zhiwei Zhang, kepala ekonom di Manajemen Aset Pinpoint, mengatakan bahwa populasi negara itu menua lebih cepat dari yang diperkirakan. Yang mana, hal itu tentu akan menyebabkan pertumbuhan yang melambat.
"Tantangan demografis sudah diketahui tetapi kecepatan penuaan populasi jelas lebih cepat dari yang diperkirakan," jelasnya. "Ini menunjukkan total populasi Tiongkok mungkin telah mencapai puncaknya pada tahun 2021. Ini juga menunjukkan potensi pertumbuhan Tiongkok kemungkinan akan melambat lebih cepat dari yang diharapkan."
(wk/zodi)