Pakistan Kelar Uji Klinis Obat Herbal Tradisional Tiongkok untuk COVID-19, Efektif Lawan Omicron?
pixabay.com/Ilustrasi/Couleur
Dunia
Pandemi Virus Corona

Adapun uji coba tersebut dilakukan pada 300 pasien yang dirawat di rumah. Peneliti utama uji coba mengatakan bahwa tingkat kemanjurannya mencapai sekitar 82,67 persen.

WowKeren - Pakistan telah menyelesaikan uji klinis untuk mengobati COVID-19 dengan obat herbal tradisional asal Tiongkok. Otoritas kesehatan pada Senin (17/1) mengatakan jika uji klinis tersebut berhasil.

Obat asal Tiongkok yang diproduksi oleh farmasi Juxiechang (Beijing), Jinhua Qinggan Granules , pada dasarnya sudah digunakan dalam pengobatan pasien COVID-19 di Tiongkok. Direktur Pusat Internasional untuk Ilmu Kimia dan Biologi tempat uji coba dilakukan Profesor Iqbal Chaudhry berharap obat itu efektif digunakan untuk melawan varian omicron.

"Karena telah dicoba pada pasien dengan varian COVID-19 yang berbeda," ujarnya. "Kami berharap itu efektif pada omicron seperti pada varian lain."


Adapun uji coba tersebut dilakukan pada 300 pasien yang dirawat di rumah. Dr Raza Shah, peneliti utama dalam uji coba tersebut mengatakan bahwa obat tersebut bekerja pada kasus COVID-19 ringan hingga sedang.

Ia menambahkan bahwa tingkat kemanjurannya mencapai sekitar 82,67 persen. Uji coba tersebut juga telah disetujui oleh Drug Regulatory Authority Pakistan. Negara itu sendiri saat ini tengah memasuki gelombang kelima pandemi yang dipicu oleh varian omicron.

Pakistan pada Senin (17/1) melaporkan 4.340 kasus COVID-19. Angka ini merupakan jumlah harian tertinggi yang tercatat dalam tiga bulan. Karachi, kota terbesar di negara itu, mencatat tingkat positif sebesar 39,39 persen pada akhir pekan, yang merupakan tertinggi sejauh ini.

Pusat Operasi Komando Nasional, yang mengawasi respons pandemi, mengatakan bahwa kasus positif maupun kematian akibat COVID-19 telah meningkat selama seminggu terakhir. "Dalam tujuh hari terakhir, kasus COVID-19 di Pakistan telah meningkat 170 persen sementara kematian juga meningkat 62 persen," ujarnya.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts