Pengamat Politik Sarankan Arteria Dahlan Sampaikan Maaf Soal Minta Ganti Kajati yang Berbahasa Sunda
Instagram/sahabatarteriadahlan
Nasional

Polemik bahasa Sunda yang menyeret nama Arteria Dahlan saat ini tengah menjadi perbincangan publik. Termasuk juga seorang pengamat politik yang menyampaikan beberapa pesan.

WowKeren - Anggota DPR Arteria Dahlan saat ini tengah menjadi perbincangan publik. Pasalnya, Arteria meminta agar Kejaksaan Agung mengganti seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara menggunakan bahasa Sunda.

Sikap dari Arteria itu sendiri juga telah mendapatkan kritikan dan picu kemarahan dari sejumlah pihak, termasuk di antaranya masyarakat Sunda. Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat sebaiknya anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengambil jalan tengah atas polemik Kajati yang berbahasa Sunda dalam rapat.

Adapun jalan tengah yang dimaksud Hendri adalah dengan meminta maaf kepada publik, khususnya masyarakat Sunda. "Kalau memang keliru ya minta maaf, kalau merasa tidak keliru ya disampaikan lagi alasannya," tutur Hendri kepada Kompas.com.


Selain itu, Hendri juga mengaku mendengar pernyataan Arteria yang justru mempersilakan publik atau pihak yang merasa ucapannya salah, segera melapor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Menurutnya, hal itu seharusnya tidak perlu dilakukan oleh Arteria lantaran akan menimbulkan kesan balik menantang orang yang tersinggung akan ucapannya.

Lebih lanjut, Hendri menuturkan bahwa polemik Arteria mengenai bahasa Sunda itu tidak akan mengubah elektabilitas PDI Perjuangan sebagai partai yang dinaungi politisi daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur itu. Pasalnya, berdasarkan focus group discussion (FGD) Lembaga Survei Kedai Kopi miliknya, kasus korupsi yang menimpa kader partai politik tertentu pun tidak memengaruhi elektabilitas partai yang bersangkutan.

"Jadi waktu FGD Kedai Kopi itu kita tanya, kenapa sih ada partai politik yang korupsi, tapi terus tetap dipilih. Jawabannya mengagetkan, yang pertama, partai politik itu ya korupsi," papar Hendri. "Kalau partai politik enggak korupsi itu bagus, tapi kalau partai politik korupsi ya sudahlah. Jadi ada premisivitas atau rasa pasrah, cuek begitulah dari rakyat kalau partai politik itu korupsi."

Di sisi lain, Hendri juga menyarankan agar pihak partai PDI Perjuangan, bisa mengambil sikap atas tindakan Arteria. Adapun sikap yang diharapkan adalah menegur Arteria. Ia juga mengingatkan agar kejadian berupa komunikasi yang salah tidak terulang, maka semua wakil rakyat diminta untuk mencintai bahasa daerah.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts